Berita

Penyuluh KUA Mantrijeron Ajak Jamaah Maknai Kemerdekaan Melalui Gerakan Cegah Stunting

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Dalam rangka menyemarakkan Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Fatkur Rohman, M.Pd.I., menyampaikan kultum ba’da Salat Zuhur dalam program Suluh Hati di Masjid Ngadi Danu Manunggal, Kamis (6/8/2026). Melalui kesempatan tersebut, ia mengajak jamaah mensyukuri nikmat kemerdekaan sekaligus peduli terhadap upaya pencegahan stunting.

Dalam tausiyahnya, Fatkur Rohman mengajak jamaah memaknai kemerdekaan sebagai anugerah yang harus diisi dengan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa. Menurutnya, perjuangan para pahlawan yang dahulu menghadapi keterbatasan pangan kini menjadi pengingat bahwa tantangan bangsa saat ini adalah membangun generasi yang sehat dan berkualitas.

“Di usia 81 tahun kemerdekaan, kita patut bersyukur karena dapat beribadah, bekerja, dan berkarya dengan bebas. Salah satu ikhtiar mengisi kemerdekaan adalah mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan bebas stunting,” ujar Fatkur.

Ia juga mengingatkan bahwa pemenuhan gizi perlu diimbangi dengan pola tidur yang teratur. Untuk itu, ia memperkenalkan GEMATI (Gerakan Makan Bergizi dan Tidur Teratur) sebagai gerakan edukatif yang mendorong orang tua membiasakan anak mengurangi penggunaan gawai hingga larut malam agar kebutuhan istirahat dan belajar tetap terpenuhi.

“Makan bergizi harus dibarengi tidur yang cukup. Jangan sampai anak-anak lebih banyak menghabiskan waktu bermain gawai daripada belajar dan beristirahat,” pesannya.

Mengakhiri kultum, Fatkur mengajak jamaah menguatkan tanggung jawab dalam mendidik generasi sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. An-Nisa ayat 9, agar tidak meninggalkan keturunan yang lemah, melainkan generasi yang kuat, beriman, dan berkualitas.

Sementara itu, pendamping program Suluh Hati, Ustadz Karmin, S.Ag., M.Si., Penyuluh Agama Ahli Madya KUA Mantrijeron menyampaikan apresiasi kepada Takmir Masjid Ngadi Danu Manunggal atas dukungan terhadap program tersebut.

“Melalui Suluh Hati, KUA Mantrijeron ingin semakin dekat dengan masyarakat sekaligus menyampaikan informasi keagamaan dan program-program Kementerian Agama. Kami juga menyampaikan salam dari Kepala KUA Mantrijeron, Bapak Setyo Purwadi, S.Ag.,” ujar Karmin. (FR)

Leave a Reply