Berita

Penyuluh KUA Gedongtengen Bekali Calon Pengantin, Pasutri Ibarat Pakaian yang Saling Menutupi dan Melengkapi

Yogyakarta — Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, memberikan bimbingan perkawinan kepada calon pengantin di KUA Gedongtengen, Jumat (25/9/2026). Bimbingan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan pasangan agar memiliki bekal pengetahuan dan kesiapan dalam membangun kehidupan rumah tangga.

Dalam penyampaiannya, Asrofi mengangkat materi tentang “Pasutri Bak Pakaian yang Saling Menutupi dan Melengkapi”. Menurutnya, kehidupan suami istri hendaknya dibangun atas dasar saling menjaga, saling melengkapi, dan saling merawat sebagaimana pakaian yang berfungsi menutup dan melindungi pemakainya.

“Suami dan istri bukanlah dua orang yang harus selalu sama dalam segala hal. Justru perbedaan dapat menjadi kekuatan ketika keduanya mampu saling melengkapi,” ujar Asrofi.

Ia mengingatkan bahwa dalam rumah tangga, pasangan memiliki tanggung jawab untuk saling menutupi kekurangan, menjaga kehormatan, merawat perasaan, serta memberikan dukungan ketika menghadapi persoalan kehidupan.

Asrofi juga mengajak calon pengantin untuk memahami bahwa pernikahan bukan sekadar menyatukan dua insan, tetapi merupakan janji suci dan ibadah yang harus dijaga bersama. Janji tersebut tidak cukup diucapkan saat akad nikah, tetapi harus diwujudkan melalui sikap dan perilaku sehari-hari.

“Janji suci dalam pernikahan harus dirawat. Jangan mudah membuka aib pasangan, jangan menjadikan kekurangan pasangan sebagai bahan untuk merendahkan, dan jangan berhenti belajar memahami satu sama lain,” pesannya.

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya komunikasi dalam kehidupan rumah tangga. Ketika muncul perbedaan pendapat, pasangan hendaknya mengutamakan musyawarah, kesabaran, dan sikap saling menghargai, bukan saling menyalahkan.

Bimbingan perkawinan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi calon pengantin untuk memasuki kehidupan berumah tangga dengan kesiapan yang lebih baik, sehingga mampu membangun keluarga yang sakinah, mawaddah, wa rahmah.

Pada akhirnya, Asrofi mengajak para calon pengantin untuk menjadikan pasangan sebagai tempat untuk saling menguatkan: menutupi kekurangan, melengkapi kelebihan, menjaga kehormatan, dan bersama-sama merawat janji suci pernikahan hingga akhir hayat.[sams]

Leave a Reply