Berita

Penyuluh Kristen DIY Perkuat Ekoteologi Lewat Gerakan Hijaukan Bumiku

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta)–Penyuluh Agama Kristen Kementerian Agama Kota Yogyakarta bersama Pokjaluh Kristen DIY menggelar kegiatan bakti sosial dan sosialisasi pemahaman ekoteologis bertajuk “Hijaukan Bumiku”, Kamis (21/5/2026), di GPII Ebenhaezer Bulusawit. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepedulian lingkungan berbasis nilai-nilai keagamaan melalui peran aktif penyuluh agama Kristen di tengah masyarakat.

Ketua Pokjaluh Kristen DIY, Tri Didik Wibowo Adi, menyampaikan bahwa penyuluh agama memiliki tanggung jawab untuk terus hadir memberikan edukasi dan penguatan kepada masyarakat, termasuk dalam isu pelestarian lingkungan. Menurutnya, persoalan lingkungan hidup membutuhkan keterlibatan bersama dan dapat dimulai dari langkah sederhana di lingkungan sekitar.

Ia mengajak para penyuluh agama Kristen untuk terus bekerja secara optimal dan adaptif dalam menjawab berbagai persoalan sosial kemasyarakatan, sekaligus menanamkan kesadaran ekologis berbasis nilai keimanan.

“Kepedulian terhadap lingkungan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan yang harus terus ditanamkan kepada masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, para penyuluh bersama jemaat juga melaksanakan aksi bakti sosial dan edukasi pengelolaan sampah di lingkungan gereja. Sosialisasi yang diberikan meliputi pentingnya memilah sampah, memanfaatkan barang bekas yang masih bernilai guna, hingga membangun budaya hidup bersih dan sehat di lingkungan tempat ibadah.

Sementara itu, Pdt. Komang selaku hamba Tuhan di GPII Ebenhaezer Bulusawit menekankan bahwa warga jemaat perlu mengambil peran nyata dalam menjaga dan memelihara bumi sebagai bentuk tanggung jawab iman. Menurutnya, menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

“Menjaga kebersihan lingkungan, mengelola sampah dengan baik, memilah sampah yang masih bisa dimanfaatkan maupun memiliki nilai jual, merupakan langkah kecil yang memberi dampak besar bagi kelestarian bumi,” ungkapnya.

Ia berharap gereja dapat terus menjadi ruang pembinaan iman sekaligus pusat edukasi kepedulian lingkungan bagi masyarakat sekitar.

Kasubbag TU Kementerian Agama Kabupaten Sleman, Sangaji, dalam sambutan dan pembinaannya menegaskan pentingnya membangun kebersamaan dan kerukunan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, hubungan baik dengan diri sendiri, keluarga, lingkungan kerja, dan masyarakat perlu terus dijaga sebagai fondasi terciptanya kehidupan yang harmonis dan sehat.

Ia juga mengajak masyarakat untuk membangun budaya hidup sehat melalui kebiasaan positif, termasuk menjaga lingkungan dan membiasakan sikap ramah kepada sesama.

“Hal sederhana seperti tersenyum saat berjumpa dengan orang lain dapat menjadi awal membangun energi positif dan memperkuat kebersamaan di tengah masyarakat,” tuturnya.

Melalui kegiatan “Hijaukan Bumiku”, diharapkan tumbuh kesadaran bersama bahwa menjaga lingkungan hidup merupakan tanggung jawab bersama sekaligus bagian dari pengamalan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.(didik)