Berita

Penyuluh KUA Umbulharjo Hadiri FGD Awal Kajian Stunting DIY Tahun 2026

Yogyakarta (KUA Umbulharjo) — Penyuluh Agama Islam KUA Umbulharjo, Khaerudin, S.Ag., menghadiri kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Awal Kajian Stunting Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta melalui Sekretariat Daerah DIY, Kamis (21/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 WIB tersebut bertempat di Ruang Rapat Wisanggeni Unit 8 Kantor Gubernur DIY, Kompleks Kepatihan Yogyakarta. FGD ini menjadi langkah awal dalam penyusunan kajian kebijakan stunting berbasis data yang akan digunakan sebagai dasar perencanaan program dan intervensi penanganan stunting di wilayah DIY.

Dalam forum tersebut, para peserta membahas berbagai isu terkait stunting, mulai dari kondisi prevalensi stunting, tantangan yang dihadapi di lapangan, hingga pentingnya penguatan sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan angka stunting. Selain aspek kesehatan, diskusi juga menyoroti faktor pola asuh keluarga, sanitasi lingkungan, edukasi masyarakat, serta kondisi sosial ekonomi yang turut memengaruhi tumbuh kembang anak.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan ini menjadi bagian dari kontribusi Kementerian Agama dalam mendukung program pemerintah. Melalui pendekatan keagamaan dan pembinaan keluarga, penyuluh diharapkan dapat berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi, kesehatan keluarga, serta pola pengasuhan yang baik sejak dini.

Khaerudin menyampaikan bahwa pencegahan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat dan pemangku kepentingan.

“Pencegahan stunting membutuhkan kerja sama semua pihak. Melalui kegiatan penyuluhan dan pembinaan keagamaan, kami berupaya menyampaikan pesan-pesan penting tentang kesehatan keluarga, pemenuhan gizi anak, serta pentingnya menyiapkan generasi yang sehat dan berkualitas,” ujarnya.

Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan lahir rekomendasi dan strategi yang lebih komprehensif dalam percepatan penurunan stunting di DIY. Keterlibatan berbagai unsur, termasuk penyuluh agama, menjadi wujud nyata kolaborasi lintas sektor untuk menciptakan keluarga yang sehat, tangguh, dan sejahtera.(Khaer)