Penyuluh Agama Umbulharjo Berikan Pengajian Maulid Nabi di SDN Gedongkuning

Yogyakarta — Dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H sekaligus menanamkan nilai keimanan dan ketakwaan sejak dini, SD Negeri Gedongkuning, Kota Yogyakarta, menyelenggarakan kegiatan pengajian pada Jumat, 21 Agustus 2026.
Kegiatan yang berlangsung di SD Negeri Gedongkuning tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas 1 sampai kelas 6, para guru, serta karyawan muslim. Kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan suasana penuh khidmat dan semangat keagamaan.
Hadir sebagai pembicara, Penyuluh Agama Islam KUA Kemantren Umbulharjo, Khaerudin, S.Ag. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat pendidikan karakter dan membentuk kepribadian peserta didik yang berakhlak mulia.
Dalam tausiyahnya, Khaerudin mengajak para siswa untuk menjadikan Rasulullah Muhammad SAW sebagai teladan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, peringatan Maulid Nabi tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah, tetapi menjadi momentum untuk menumbuhkan kecintaan kepada Nabi dengan meneladani akhlak beliau.
“Anak-anak yang mencintai Rasulullah adalah anak-anak yang berusaha mengikuti akhlaknya: jujur, santun, menghormati guru dan orang tua, menyayangi teman, serta rajin beribadah,” pesan Khaerudin di hadapan para siswa.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan pikiran, tetapi juga membentuk hati dan karakter. Ilmu yang dimiliki akan menjadi lebih bermakna apabila diwujudkan dalam perilaku yang baik dan bermanfaat bagi sesama.
Kegiatan pengajian ini terselenggara sebagai bagian dari program kerja SD Negeri Gedongkuning Tahun 2026. Sebelumnya, pihak sekolah mengajukan permohonan kepada Baznas Kota Yogyakarta untuk menugaskan pembicara/narasumber dalam kegiatan tersebut.
Melalui kegiatan Maulid Nabi ini diharapkan para siswa semakin mengenal sosok Rasulullah SAW, mencintai ajaran Islam, serta tumbuh menjadi generasi yang berilmu, beriman, berakhlak mulia dan memiliki kepedulian sosial.
Bagi Penyuluh Agama Islam, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan peran penyuluh dalam memberikan edukasi keagamaan kepada masyarakat, termasuk di lingkungan pendidikan, guna membangun generasi muda yang memiliki karakter religius dan berbudi pekerti luhur.[khaer]



