KKM MAN 1 Malang Studi Ekskursi ke MAN 1 Yogyakarta, Gali Pengelolaan Asrama hingga Kelas Internasional

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) – Kelompok Kerja Kepala Madrasah (KKM) MAN 1 Malang melaksanakan studi ekskursi ke MAN 1 Yogyakarta, Jumat (31/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula MAN 1 Yogyakarta tersebut menjadi ruang berbagi praktik baik dalam pengembangan akademik, pengelolaan asrama, serta inovasi program pendidikan madrasah.
Rombongan terdiri atas 25 kepala Madrasah Aliyah negeri dan swasta yang tergabung dalam KKM MAN 1 Malang. Kehadiran mereka disambut Kepala MAN 1 Yogyakarta, Kepala Tata Usaha, jajaran Wakil Kepala Madrasah, serta tim Humas.
Pengurus KKM MAN 1 Malang, Abdur Rosyid Asadullah, S.Pd., M.M., mengatakan studi ekskursi merupakan agenda rutin yang diselenggarakan untuk memperluas wawasan dan memperoleh referensi pengembangan madrasah. Pada tahun ini, MAN 1 Yogyakarta dipilih sebagai tujuan kegiatan.
“Studi ekskursi merupakan kegiatan rutin KKM MAN 1 Malang dan tahun ini tujuan kami adalah MAN 1 Yogyakarta. Kami ingin menggali berbagai program dan praktik baik yang dikembangkan di sini,” tuturnya.
Menurut Abdur Rosyid, kunjungan tersebut juga bertujuan mempererat silaturahmi antarpengelola madrasah sekaligus mempelajari pengembangan pendidikan berbasis pesantren.
“Selain bersilaturahmi, kami ingin memperoleh inspirasi untuk mengembangkan madrasah berbasis pondok pesantren,” tambahnya.
Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menjelaskan bahwa MAN 1 Yogyakarta mengelola asrama yang berada di dalam dan di luar lingkungan madrasah. Pengelolaan tersebut diarahkan untuk mendukung pembinaan murid secara menyeluruh, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik.
“Kami terus berupaya mengembangkan potensi akademik dan nonakademik murid. Pada tahun ini, kami membuka Kelas Internasional serta menjalin kerja sama dengan Oxford dan Cambridge. Kami juga mulai mengembangkan embrio Kelas Riset dan Olimpiade,” ungkap Edi.
Ia turut memaparkan capaian lulusan MAN 1 Yogyakarta. Dari 273 murid yang lulus pada tahun ini, sebanyak 264 murid tercatat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Jumlah tersebut terdiri atas 250 murid yang diterima di perguruan tinggi negeri, tiga murid di perguruan tinggi luar negeri, dan 11 murid di perguruan tinggi swasta.

Paparan utama mengenai profil dan pengembangan program MAN 1 Yogyakarta disampaikan Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Wakhid Hasyim, S.Pd.I., M.A. Ia menjelaskan sejumlah program mandatori Kementerian Agama Republik Indonesia yang dijalankan MAN 1 Yogyakarta, meliputi madrasah akademik, madrasah riset, madrasah penyelenggara Sistem Kredit Semester, serta Madrasah Aliyah Negeri Program Keagamaan.
Selain program mandatori tersebut, MAN 1 Yogyakarta juga mengembangkan berbagai program unggulan yang berasal dari mandat Kantor Wilayah Kementerian Agama Daerah Istimewa Yogyakarta dan inovasi internal madrasah. Program itu meliputi Tahfiz, Kelas Internasional, Kelas Unggulan, serta digitalisasi pembelajaran dan layanan madrasah.
Wakhid juga memperkenalkan Jurnal Ulil Albab MAN 1 Yogyakarta sebagai salah satu wadah pengembangan budaya akademik dan publikasi ilmiah. Hingga saat ini, jurnal tersebut telah terbit sebanyak dua edisi.
Sesi pemaparan dilanjutkan dengan diskusi dan pertukaran pengalaman mengenai pengelolaan program unggulan, pembinaan murid, pengembangan budaya riset, serta integrasi sistem pendidikan madrasah dengan kehidupan asrama dan pesantren.
Rangkaian studi ekskursi ditutup dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding antara MAN 1 Yogyakarta dan KKM MAN 1 Malang. Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada kunjungan kelembagaan, tetapi berkembang menjadi kolaborasi berkelanjutan dalam peningkatan mutu pendidikan, pengembangan sumber daya manusia, serta penguatan jejaring antarmadrasah. (dee)



