Penyuluh Agama KUA Danurejan Bimbing Warga Binaan Lapas Yogyakarta Praktik Dzikir Batin

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama KUA Danurejan Kota Yogyakarta, H. Sujoko Suwono, S.Ag., M.S.I., membimbing praktik dzikir batin bagi warga binaan (wabin) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Yogyakarta dalam pembinaan keagamaan yang digelar di Masjid Al-Fajar Lapas Yogyakarta, Rabu (8/7/2026).
Pembinaan yang dilaksanakan secara rutin setiap pekan tersebut mengangkat materi dzikir dalam hati sebagaimana tuntunan Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 205. Dalam penyampaiannya, Sujoko menjelaskan bahwa Allah memerintahkan hamba-Nya untuk mengingat-Nya di dalam jiwa dengan penuh kerendahan hati dan rasa takut tanpa mengeraskan suara, terutama pada waktu pagi dan petang.
Menurut Sujoko, menjaga batin agar tetap fokus mengingat Allah merupakan proses yang tidak mudah karena hati manusia senantiasa mengalami berbagai lintasan pikiran. Oleh sebab itu, setiap muncul lintasan selain mengingat Allah dianjurkan segera diikuti dengan istighfar di dalam batin sebagai upaya membersihkan diri, sebagaimana kandungan Al-Qur’an Surat Al-A’la ayat 14.
Pada kesempatan tersebut, ia juga memandu peserta mempraktikkan metode dzikir batin, mulai dari posisi duduk yang nyaman, rangkaian bacaan pembuka, hingga pelaksanaan dzikir dan istighfar dalam hati. Praktik ini diharapkan dapat menjadi bekal spiritual bagi warga binaan dalam memperkuat keimanan dan ketenangan jiwa.
Di akhir pembinaan, Sujoko mengajak seluruh warga binaan untuk membiasakan amalan dzikir batin secara istiqamah, terutama setelah sholat Subuh dan setelah sholat Ashar. Menurutnya, pembiasaan tersebut dapat membantu menghadirkan kekhusyukan dalam ibadah, memperkuat iman, serta menjadi benteng dari godaan setan sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur’an Surat An-Nahl ayat 98–99.
“Semoga melalui pembiasaan dzikir batin ini, hati menjadi lebih dekat kepada Allah SWT dan ibadah semakin berkualitas”, harap Sujoko. (Jk)



