Penyuluh Agama Kota Yogyakarta Ikut Andil dalam Aksi Bersih Sungai Gajah Wong

Yogyakarta, 11 Agustus 2026 — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta menggelar kegiatan bersih-bersih sungai di kawasan bantaran Sungai Gajah Wong, Rabu (11/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan sekaligus mengimplementasikan semangat ekoteologi, salah satu program dan komitmen Kementerian Agama Republik Indonesia dalam membangun kesadaran bahwa menjaga kelestarian alam merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
Para Penyuluh Agama Islam Kota Yogyakarta turut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut. Hadir Ketua Pokjaluh Kota Yogyakarta, Samsul Ma’arif, bersama para Penyuluh Agama dari masing-masing kemantren. Mereka bersinergi dan bergotong royong bersama jajaran Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta serta berbagai unsur yang terlibat dalam membersihkan kawasan bantaran sungai.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi aksi bersih-bersih lingkungan, tetapi juga menjadi sarana mempererat kolaborasi dan kepedulian bersama terhadap kelestarian alam. Para penyuluh agama turut mengambil peran dalam menggerakkan masyarakat agar memiliki kesadaran bahwa kebersihan, kelestarian sungai, dan lingkungan merupakan bagian dari pengamalan nilai-nilai agama.
Ketua Pokjaluh Kota Yogyakarta, Samsul Ma’arif, menyampaikan bahwa keterlibatan para penyuluh dalam kegiatan lingkungan merupakan bentuk nyata kontribusi penyuluh agama di tengah masyarakat. Penyuluh tidak hanya hadir dalam bidang pembinaan keagamaan, tetapi juga ikut mendorong terwujudnya kepedulian sosial dan lingkungan.
Melalui kegiatan di bantaran Sungai Gajah Wong ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta bersama para Penyuluh Agama meneguhkan semangat “merawat alam sebagai bagian dari ibadah”. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan sehingga gerakan pelestarian lingkungan menjadi bagian dari budaya masyarakat.
Momentum HUT ke-81 RI pun menjadi semakin bermakna dengan hadirnya semangat gotong royong, kepedulian lingkungan, dan kolaborasi lintas unsur untuk mewujudkan ekoteologi yang nyata di tengah kehidupan masyarakat Kota Yogyakarta.[sams]



