Penmad Kemenag Kota Yogyakarta Perkuat Sinergi Kepala RA dan Madrasah

Yogyakarta (Humas) — Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta memperkuat koordinasi dan sinergi bersama Kepala RA/Madrasah melalui kegiatan Pembinaan dan Rakordasi Kepala RA/Madrasah yang menghadirkan Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Rabu (7/10/2026), di Rumah Makan Pondok Ndeso Yogyakarta.
Kegiatan yang diikuti 41 peserta, terdiri atas Kepala RA/Madrasah se-Kota Yogyakarta, pengawas madrasah, dan jajaran Seksi Pendidikan Madrasah tersebut menjadi ruang silaturahmi, ta’aruf, sekaligus pembinaan langsung Kepala Kantor bersama para pimpinan satuan pendidikan madrasah.
Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, menegaskan bahwa kepala madrasah tidak cukup hanya menjalankan fungsi manajerial, tetapi harus menjadi role model bagi guru, tenaga kependidikan, dan peserta didik.
“Kepala madrasah tidak hanya sebagai manajer, tetapi juga role model bagi warga madrasah,” tegasnya.
Menurutnya, forum koordinasi seperti ini harus dimanfaatkan bukan sekadar sebagai rutinitas, melainkan menjadi ruang evaluasi, berbagi praktik baik, dan membangun langkah pencegahan terhadap berbagai persoalan yang berpotensi muncul di madrasah.
“Ini harus menjadi momentum evaluasi dan sharing pengelolaan madrasah, sehingga hal-hal positif dapat saling ditularkan. Sekaligus menjadi mitigasi awal terhadap masalah yang ada di madrasah,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Pendidikan Madrasah H. Ahmad Musyadad, mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Penmad membangun komunikasi yang lebih intensif dengan satuan pendidikan. Ia mendorong adanya pertemuan dan kegiatan bersama secara berkala antarlembaga, mulai RA, MI, MTs hingga MA, sebagai ruang diskusi dan penjaringan aspirasi perkembangan pendidikan madrasah di Kota Yogyakarta.
Selain memperkuat koordinasi, forum tersebut dimanfaatkan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan OMI dan PKM sebagai bahan perbaikan penyelenggaraan program pada tahun berikutnya.
Musyadad juga mendorong setiap madrasah terus melahirkan inovasi yang dapat menjadi branding dan keunggulan satuan pendidikan, sehingga semakin dikenal, dipercaya, dan diminati masyarakat.
“Madrasah harus mampu melahirkan program-program inovasi yang menjadi branding madrasah, sehingga semakin diminati dan dicari oleh masyarakat,” harapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Penmad berharap komunikasi antara pengelola madrasah, pengawas, dan Kankemenag Kota Yogyakarta semakin kuat, sehingga pengembangan mutu pendidikan dapat dilakukan secara kolaboratif, responsif, dan berkelanjutan.(Lis)


