Pembinaan Iman Di Lapas: Romo Tian Mari Kita Belajar dari Santa Monika

Yogyakarta (Garakat), Penyuluh Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta melaksanakan pembinaan iman bagi Warga Binaan (Wabin) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Yogyakarta pada hari Kamis, 27/8/2026 bertempat di Gereja Hati Kudus Lapas Wirogunan Yogyakarta. Pembinaan iman dikemas dalam Perayaan Ekaristi Kudus yang dipimpin Rm Fransiskus Xaverius Merry Christian Putra, Pr. atau biasa di sapa Romo Tian dari Paroki HKTY Pugeran.
Romo Tian dalam renungannya mengajak seluruh umat yang hadir untuk memahami Doa tidak sekadar rutinitas namun lebih dari itu kita mengekspresikan seluruh perasaan kita kepada Tuhan. Jika pada saat kita lagi susah kita sampaikan itu kepada Tuhan begitupun sebaliknya. Terlepas ekspresi atau Doa kita cepat direspon atau lambat namun pada diri kita ada pembebasan atau pelepasan. Santa Monika tidak kehilangan kesabaran dalam menghadapi kondisi keluarganya yang sangat sulit. Kita belajar dari perjuangan seorang ibu yang bernama Monika yang oleh Gereja hari ini di rayakan sebagai peringatan wajib. Berkat doa yang tanpa kenal lelah, penuh kesabaran, Allah mengabulkannya sehingga Tarsisius suaminya yang sebelumnya hidup kafir bertobat dan dibaptis Katolik, begitupan Agustinus anaknya yang awalnya pendosa akhirnya bertobat dan akhirnya menjadi seorang Uskup dan Pujangga Gereja.
Sebaik-baiknya manusia pasti ada sisi negatifnya dan seburuk-buruknya manusia pasti ada sisi positifnya. Untuk itu bacaan Injil hari ini mengingatkan kita untuk senantiasa berjaga-jaga, setia dalam tugas dan tidak lengah. Sebab kita tidak tahu pada hari mana Tuhanmu datang. Santa Monika adalah teladan kesetiaan, ia berdoa tanpa henti untuk keselamatan keluarga. Ia mengajarkan bahwa kesabaran dan ketekunan dalam doa membuahkan keselamatan jiwa. Demikkian Romo Tian mengakhiri renungannya.
Pembinaan iman hari ini terselanggara dengan baik berkat Kerjasama antara Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Komunitas Doa Alumni KEP Pugeran yang dikoordinasi Komunitas Maximilianus Maria Kolbe (MMK). Partisipasi peserta dalam Ekaristi hari ini totalnya 34 orang dengan 20 Wabin, 5 Perwakilan Alumni KEP Pugeran, 2 orang pemerhati Wabin, 4 orang penyuluh Katolik, Romo Tian, Mas Jay sebagai perwakilan MMK dan Penyelenggara Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta V. Tatik Trijati Ningsih, SIP. MSc. Setelah Ekaristi dilanjutkan rekreasi sederhana sambil menikmati makan yang disediakan komunitas Doa Pugeran. (ej)



