Berita

Mrantasi Goes to School Sambangi Kota Yogyakarta, Guru dan Siswa MA Siap Jadi Agen Literasi Inflasi

Yogyakarta (Penmad) – Ratusan siswa dan guru SLTA serta Madrasah Aliyah (MA) se-Kota Yogyakarta memadati Ballroom Hotel Hotel Grand Rohan, Bantul. Mereka hadir untuk mengikuti kegiatan edukasi ekonomi strategis bertajuk Masyarakat lan Pedagang Tanggap Inflasi (Mrantasi) Goes to School, Rabu (5/5/2026). Acara ini digelar oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) DIY bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) guna menanamkan literasi keuangan sejak dini.

Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Hj. Elfa Tsuroyya, S.Ag., M.Pd.I., M.Pd. memberikan dukungan penuh atas keterlibatan madrasah dalam kegiatan ini. Menurutnya, pemahaman ekonomi sangat erat kaitannya dengan kemandirian siswa. “Serta untuk memahami pengambilan keputusan, produksi, konsumsi, serta memupuk keterampilan mengelola keuangan dan memahami dampak sosial-ekonomi di lingkungan sekitar” Ujar Elfa
Ia juga berpesan agar para guru ekonomi menjadi motivator yang mampu meneruskan ilmu ini kepada seluruh warga madrasah.

Kepala Tim Perumus Ekonomi Kantor Perwakilan Bank Indonesia DIY, Arya Jodi Listyo, M.A. menekankan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga stabilitas nilai rupiah. Ia menjelaskan bahwa program Mrantasi merupakan bagian dari strategi komunikasi efektif untuk menekan laju inflasi.

Sementara Sri Darmadi Sudibyo mengajak para siswa untuk menjadi konsumen cerdas. “Kami mengajak para siswa menjadi konsumen yang cerdas. Belanjalah sesuai kebutuhan. Bukan keinginan. Dengan pola konsumsi yang bijak serta pemahaman Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) rupiah, kita sekalian telah berkontribusi langsung menjaga stabilitas ekonomi nasional,” ujarnya.
Acara berlangsung interaktif dengan sesi diskusi mengenai sistem pembayaran digital dan simulasi pengendalian harga. Antusiasme terlihat saat para siswa diberikan tantangan untuk mengambil peran jika pada saatnya nanti menjadi seorang pemimpin. Pemahaman audiens semakin terlihat dampaknya ketika salah satu peserta menyampaikan pendapatnya tentang peran generasi muda dalam bursa saham untuk investasi, bagaimana melatih diri untuk bukan hanya menjadi konsumen tetapi juga menjadi bagian dari pelaku investasi untuk mempersiapkan masa depan yang mapan.

Sinergi kuat antara Bank Indonesia, Kementerian Agama dan Pemda DIY ini diharapkan mampu melahirkan Duta Inflasi dari kalangan pelajar. Harapannya mereka dapat melakukan edukasi getok tular kepada keluarga dan masyarakat luas, demi mewujudkan ekonomi DIY yang stabil dan sejahtera.