Menjadi Orang Tua Bukan Sekadar Mencukupi

Yogyakarta (KUA Wirobrajan) — Anak bukan sekadar tanggung jawab untuk dinafkahi. Mereka juga membutuhkan perlindungan, pendampingan, pendidikan, perhatian, serta keteladanan dari orang tua.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, saat mengisi kajian dalam program Cahaya Mimbar (Camar) di Masjid Al Hidayah Wirobrajan, Kamis (10/9/2026).
Eko mengangkat tema tentang tanggung jawab orang tua terhadap anak. Menurutnya, tema tersebut semakin penting di tengah keprihatinan atas sejumlah kejadian kecelakaan yang menyebabkan korban jiwa dari kalangan pelajar.
Ia mengingatkan bahwa peran orang tua tidak berhenti pada pemenuhan kebutuhan materi. Orang tua memiliki tanggung jawab untuk memastikan anak mendapatkan pendidikan, perlindungan, pendampingan, pengawasan, kasih sayang, dan keteladanan dalam menjalani kehidupannya.
“Anak bukan hanya membutuhkan nafkah, tetapi juga perhatian, pendidikan, pengawasan, kasih sayang, dan keteladanan dari orang tuanya,” pesan Eko.
Ia juga mengingatkan hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang hak anak atas orang tuanya, di antaranya mendapatkan nama yang baik, pendidikan, keterampilan, serta pendampingan hingga siap memasuki kehidupan berkeluarga.
Menurut Eko, keluarga menjadi lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter anak. Karena itu, kehadiran orang tua sangat dibutuhkan agar anak merasa aman, mendapatkan arahan, sekaligus mampu menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan.
Melalui program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan terus berupaya menghadirkan penyuluhan agama yang tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga merespons berbagai persoalan sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
“Ketika orang tua hadir, mendampingi, dan memberi teladan, anak memiliki bekal yang lebih kuat untuk tumbuh dan menghadapi kehidupan,” pungkas Eko.



