Menembus Sekat, Penyuluh KUA Wirobrajan Tebar Semangat Hijrah di Rutan Kelas IIA Yogyakarta

YOGYAKARTA – Semangat dedikasi dan kepedulian dalam memberikan pelayanan keagamaan yang berdampak kembali ditunjukkan oleh Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Berlin Sunardi, S.Pd., saat mengisi tausiyah di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta, Senin (25/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan rohani bagi warga binaan guna menumbuhkan semangat hijrah dan perbaikan diri.
Dalam tausiyahnya, Berlin Sunardi menyampaikan pentingnya meningkatkan kesadaran diri, memperkuat ketakwaan, serta mempersiapkan bekal terbaik untuk kehidupan akhirat. Ia mengajak para warga binaan untuk merenungkan hakikat kehidupan sebagaimana termaktub dalam Al-Qur’an, khususnya QS. Al-Baqarah ayat 28 yang mengingatkan manusia tentang asal-usul penciptaan dan kekuasaan Allah SWT atas seluruh makhluk-Nya.
“Setiap manusia memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri. Masa pembinaan yang dijalani saat ini dapat menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menata kembali kehidupan ke arah yang lebih baik,” ungkap Berlin di hadapan para peserta.
Selain menyampaikan pesan Al-Qur’an, Berlin juga mengutip hadis Rasulullah SAW yang berbunyi, “Orang yang kuat bukanlah orang yang menang dalam gulat, tetapi orang yang kuat adalah yang mampu menahan amarahnya.” Hadis tersebut dijadikan penguatan bagi warga binaan agar mampu mengendalikan emosi, memperbaiki akhlak, dan menjalani proses perubahan diri dengan penuh kesabaran.
Dalam bimbingannya, Berlin mengajak para warga binaan untuk terus meningkatkan ketakwaan melalui ibadah yang konsisten, memperbanyak amal saleh, memperkuat dzikir, serta membangun optimisme dalam menghadapi masa depan. Menurutnya, setiap orang memiliki peluang untuk menjadi pribadi yang lebih baik selama memiliki kemauan untuk berubah dan memperbaiki diri.
Suasana tausiyah berlangsung hangat dan penuh perhatian. Para warga binaan mengikuti kegiatan dengan antusias serta menyimak setiap pesan yang disampaikan sebagai bekal dalam menjalani proses pembinaan.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan dalam menghadirkan pelayanan keagamaan yang humanis, inklusif, dan menyentuh seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga binaan pemasyarakatan. Melalui pendekatan spiritual yang penuh empati, diharapkan para warga binaan terus memiliki harapan, semangat hijrah, serta motivasi untuk kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik dan bermanfaat. (Ags/Sb)



