Sambut Iduladha, Penghulu KUA Wirobrajan Ajak Maknai Kurban dengan Ikhlas dan Taqwa

YOGYAKARTA – Menjelang Hari Raya Iduladha, Penghulu KUA Wirobrajan, Moh. Abdurrokhman, mengajak masyarakat untuk menyambut momentum kurban dengan hati yang senang, penuh keikhlasan, dan ketakwaan kepada Allah SWT. Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Cahaya Mimbar (Camar) yang berlangsung di Masjid Ikhwatun Hasanah, Pakuncen, Senin (25/5/2026).
Dalam tausiyahnya, Moh. Abdurrokhman menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar aktivitas menyembelih hewan, melainkan bentuk nyata ketaatan seorang hamba kepada Allah SWT sekaligus sarana mendekatkan diri kepada-Nya. Menurutnya, esensi kurban terletak pada keikhlasan dan ketakwaan yang menyertai pelaksanaannya.
Mengutip firman Allah SWT dalam Surah Al-Hajj ayat 37, ia mengingatkan bahwa yang sampai kepada Allah bukanlah daging maupun darah hewan kurban, melainkan ketakwaan dari orang yang melaksanakannya.
“Qurban bukan untuk gagah-gagahan atau mencari pengakuan. Qurban adalah sarana untuk menguatkan iman, melatih keikhlasan, serta menumbuhkan kepedulian sosial kepada sesama,” ujar Moh. Abdurrokhman di hadapan jamaah.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Iduladha mengandung pelajaran besar tentang pengorbanan, ketaatan, dan kepasrahan kepada kehendak Allah SWT sebagaimana dicontohkan oleh Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS. Nilai-nilai tersebut relevan untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui ibadah kurban, umat Islam diajak untuk tidak hanya berbagi rezeki, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap masyarakat yang membutuhkan. Semangat berbagi inilah yang menjadi salah satu wujud nyata dari ketakwaan sosial yang diajarkan Islam.
Kegiatan Cahaya Mimbar berlangsung dengan khidmat dan mendapat perhatian dari jamaah yang hadir. Tausiyah tersebut menjadi pengingat bahwa Iduladha bukan hanya perayaan keagamaan, tetapi juga momentum untuk memperkuat keikhlasan, meningkatkan kualitas ketakwaan, serta menumbuhkan semangat pengorbanan dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan memahami makna kurban secara mendalam, diharapkan masyarakat dapat menyambut Iduladha dengan penuh rasa syukur dan menjadikannya sebagai sarana untuk mempererat hubungan dengan Allah SWT serta memperkuat solidaritas sosial di tengah kehidupan bermasyarakat. (Ags/Sb)



