GEMAH ASRI KUA Ngampilan: Tanam Sayuran Ketahanan Pangan, Wujudkan Ekoteologi dan Pelayanan Berdampak

Yogyakarta (KUA Ngampilan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan terus menguatkan komitmennya dalam mewujudkan lingkungan kerja yang bersih, sehat, dan produktif melalui program GEMAH ASRI (Gerakan Jum’at Aman, Sehat, Resik, dan Indah). Program nasional Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama ini diimplementasikan dengan gerakan menanam sayuran sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus penerapan nilai-nilai ekoteologi.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Jumat (17/7/2026) tersebut diikuti oleh Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., bersama para penghulu, penyuluh agama Islam, dan seluruh ASN KUA Ngampilan. Secara bergotong royong mereka menanam berbagai jenis sayuran, di antaranya terong, kangkung, dan cabai dengan memanfaatkan lahan yang tersedia menggunakan media tanam polybag.
Gerakan ini menjadi wujud nyata bahwa menjaga kelestarian lingkungan merupakan bagian dari pengamalan ajaran agama. Melalui konsep ekoteologi, KUA Ngampilan mengajak masyarakat untuk memandang alam sebagai amanah dari Allah SWT yang harus dirawat dan dilestarikan.
Selain mempercantik lingkungan kantor, pemanfaatan lahan sempit untuk budidaya sayuran juga diharapkan mampu menginspirasi masyarakat agar lebih produktif dalam memenuhi kebutuhan pangan keluarga. KUA Ngampilan ingin menunjukkan bahwa keterbatasan lahan bukan menjadi penghalang untuk menciptakan ruang hijau yang bermanfaat.
Kepala KUA Ngampilan, H. Anas Yusuf, S.Sos.I., mengatakan bahwa program GEMAH ASRI tidak hanya bertujuan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga menjadikan KUA sebagai pusat keteladanan bagi masyarakat.
“Kita ingin KUA tidak hanya menjadi pusat pelayanan nikah dan wakaf, tetapi juga menjadi pusat keteladanan. Merawat taman ini merupakan bagian dari rasa syukur atas nikmat alam yang Allah berikan. Jika lingkungan kita asri, maka ibadah dan pelayanan kepada masyarakat pun akan terasa lebih nyaman dan berkualitas,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tanaman-tanaman yang ditanam tersebut nantinya akan dimanfaatkan sebagai media edukasi ekoteologi bagi peserta Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Calon Pengantin, jamaah majelis taklim, serta masyarakat yang berkunjung ke KUA. Dengan demikian, nilai kepedulian terhadap lingkungan dapat ditanamkan sejak dini sebagai bagian dari pembinaan kehidupan beragama.
Melalui program GEMAH ASRI, KUA Ngampilan berharap dapat mendukung gerakan Jogja Clean yang dicanangkan Pemerintah Kota Yogyakarta sekaligus mewujudkan Ngampilan yang hijau, bersih, religius, serta memiliki ketahanan pangan berbasis partisipasi masyarakat. (Janti)



