Menebar Cahaya Al-Qur’an di Gampingan, Ikhtiar Penyuluh KUA Wirobrajan

YOGYAKARTA (KUA Wirobrajan) — Setiap anak berhak mendapatkan kesempatan untuk belajar Al-Qur’an dan tumbuh dengan nilai-nilai kebaikan. Berangkat dari kepedulian terhadap kebutuhan pendidikan agama anak-anak di lingkungan Gampingan, penyuluh agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Wirobrajan, Berlin Sunardi dan Prety Etika, menghadirkan bimbingan mengaji melalui TPA Al-Ikhwan di Musala Al-Ikhwan, Gampingan, Senin (12/10/2026).
Inisiatif ini berawal dari keprihatinan atas belum tersedianya Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di lingkungan Gampingan, kawasan pinggir Kali Winongo yang berada di dekat Pasar Serangan. Kondisi tersebut mendorong keduanya untuk mengambil langkah nyata agar anak-anak setempat memiliki akses yang lebih dekat dan mudah terhadap pendidikan Al-Qur’an.
Dengan penuh dedikasi, Berlin Sunardi dan Prety Etika mendampingi anak-anak dalam belajar membaca Al-Qur’an. Kehadiran mereka bukan sekadar memberikan bimbingan mengaji, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang menumbuhkan kecintaan anak-anak terhadap kitab suci sejak dini.
“Dengan adanya TPA ini, anak-anak Gampingan menjadi lebih mudah dan dekat untuk belajar Al-Qur’an,” ujar Berlin.
Bagi anak-anak Gampingan, kehadiran TPA Al-Ikhwan menjadi kesempatan berharga untuk mengenal dan mempelajari Al-Qur’an tanpa harus pergi jauh dari lingkungan tempat tinggal mereka. Musala yang menjadi tempat belajar pun diharapkan semakin hidup dengan kegiatan keagamaan yang memberikan manfaat bagi generasi muda.
Lebih dari sekadar tempat belajar membaca huruf-huruf hijaiyah, TPA Al-Ikhwan menjadi ruang untuk menanamkan akhlak mulia, membiasakan perilaku baik, serta membangun karakter anak-anak yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Proses belajar yang dilakukan sejak dini diharapkan menjadi bekal bagi mereka dalam menjalani kehidupan sehari-hari.
Langkah Berlin Sunardi dan Prety Etika ini sekaligus mencerminkan peran penyuluh agama Islam yang hadir di tengah masyarakat, mendengarkan kebutuhan warga, dan berupaya memberikan solusi nyata. Pelayanan keagamaan tidak hanya dilakukan melalui penyampaian pesan-pesan agama, tetapi juga melalui pendampingan langsung yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.
Melalui TPA Al-Ikhwan, tumbuh harapan agar semakin banyak anak di Gampingan yang akrab dengan Al-Qur’an, memiliki akhlak yang baik, dan tumbuh menjadi generasi Qur’ani.
Dari sebuah musala di tepian Kali Winongo, ikhtiar sederhana ini membawa makna besar: mendekatkan anak-anak kepada Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan harapan bagi masa depan mereka.[ekoAW]



