Menapaki Senja dengan Cahaya Al-Qur’an: Semangat Ibu-Ibu Lansia Belajar Mengaji

Yogyakarta (KUA Gedongtengen) – Semangat belajar Al-Qur’an tidak mengenal batas usia. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan pembelajaran membaca Al-Qur’an yang diikuti ibu-ibu lansia di Masjid Danoejo Assudairi, Senin 14 September 2026.
Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para lansia untuk terus meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an sekaligus mempererat silaturahmi di antara jamaah. Dengan penuh kesabaran dan semangat, para peserta mengikuti pembelajaran yang didampingi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen.
Dalam suasana yang hangat dan penuh kekeluargaan, para ibu lansia belajar membaca huruf demi huruf, memperbaiki makharijul huruf, serta memahami cara membaca Al-Qur’an dengan lebih baik dan benar. Meski sebagian peserta mengaku masih mengalami kesulitan, semangat untuk terus belajar tampak begitu kuat.
Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen memberikan motivasi bahwa belajar Al-Qur’an merupakan ibadah yang sangat mulia. Usia bukanlah alasan untuk berhenti belajar, terlebih dalam mempelajari kitab suci yang menjadi pedoman kehidupan umat Islam.
“Tidak ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Yang terpenting adalah kemauan untuk terus mencoba dan istiqamah. Setiap huruf yang dibaca memiliki nilai pahala di sisi Allah SWT,” pesan penyuluh kepada para jamaah.
Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud nyata peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pendampingan keagamaan kepada masyarakat, termasuk kelompok lansia. Pembinaan dilakukan secara humanis dengan menyesuaikan kemampuan dan kondisi peserta sehingga proses belajar dapat berlangsung nyaman dan menyenangkan.
Para peserta pun tampak antusias mengikuti pembelajaran. Bagi mereka, kegiatan mengaji bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an, tetapi juga menjadi sarana menjaga semangat, ketenangan hati, dan kebersamaan di usia lanjut.
Melalui kegiatan tersebut, KUA Gedongtengen terus mendorong tumbuhnya budaya belajar Al-Qur’an di tengah masyarakat. Semangat ibu-ibu lansia di Masjid Danoejo Assudairi menjadi teladan bahwa menuntut ilmu agama dapat dilakukan sepanjang hayat.
Lansia tetap semangat mengaji, hati semakin damai, hidup semakin berarti bersama Al-Qur’an.[sams]



