Penyuluh KUA Ngampilan Perkuat Ketahanan Keluarga Lewat Cahaya Dzuhur

Yogyakarta (KUA Ngampilan) — Keluarga kuat menjadi salah satu fondasi terwujudnya masyarakat yang aman, damai, dan sejahtera. Semangat itulah yang terus dihidupkan KUA Ngampilan melalui Program Cahaya Dzuhur, dengan menghadirkan penyuluh agama secara langsung di tengah jamaah.
Senin (14/9/2026), Penyuluh Agama Islam KUA Ngampilan, Wintolo, S.Ag., mengisi kegiatan Cahaya Dzuhur di Masjid Al Islah, Kelurahan Ngampilan. Kegiatan rutin yang dilaksanakan selepas jamaah salat Dzuhur tersebut menjadi media untuk memberikan pencerahan keagamaan sekaligus menguatkan ketahanan keluarga.
Dalam kultumnya bertema “Membangun Keluarga Sakinah di Era Digital”, Wintolo mengajak jamaah kembali menjadikan nilai-nilai Al-Qur’an sebagai pedoman dalam membangun keluarga. Pesan tersebut antara lain berlandaskan QS. At-Tahrim ayat 6 tentang tanggung jawab menjaga keluarga dan QS. Ar-Rum ayat 21 tentang membangun kehidupan rumah tangga yang dilandasi ketenteraman, kasih sayang, dan rahmat.
Di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi digital, keluarga menghadapi tantangan yang semakin beragam. Karena itu, ketahanan keluarga perlu dibangun bukan hanya melalui pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga melalui komunikasi, keteladanan, pendampingan, serta penguatan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
Program Cahaya Dzuhur juga menjadi wujud sinergi KUA Ngampilan dengan takmir masjid. Azim Rozi, Ketua Takmir Masjid Al Islah, menyampaikan kesiapan untuk mendukung kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memberikan manfaat bagi jamaah dan masyarakat sekitar.
Wintolo menegaskan bahwa sasaran Cahaya Dzuhur adalah masyarakat hingga tingkat akar rumput.
“Target Cahaya Dzuhur adalah sampai ke akar rumput. Kita perkuat ketahanan keluarga dari masjid. Kalau keluarga sakinah, maka Ngampilan akan aman, damai, dan sejahtera,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala KUA Ngampilan, Anas Yusuf, S.Sos.I., menegaskan bahwa penguatan keluarga merupakan bagian penting dari peran KUA.
“Cahaya Dzuhur adalah investasi jangka panjang. Kita tidak hanya mengurus administrasi nikah, tetapi juga menjaga agar pernikahan itu langgeng dan keluarga tidak bercerai. Itu tugas KUA,” tegasnya.
Melalui Cahaya Dzuhur, KUA Ngampilan terus memperluas ruang pengabdian. Masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga ruang untuk belajar, berdialog, dan memperkuat ketahanan keluarga.
Dengan semangat “Dari Masjid untuk Keluarga Kuat”, KUA Ngampilan berkomitmen terus menggulirkan Cahaya Dzuhur ke masjid-masjid se-Kecamatan Ngampilan. Dari masjid, cahaya pembinaan keluarga diharapkan terus menyala dan memberi dampak nyata bagi kehidupan masyarakat. (Janti)



