Melek Digital, Bergerak Berdampak: Pokjaluh Yogya Perkuat Integritas dan Regenerasi

Yogyakarta – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Islam Kota Yogyakarta menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi (Rakordasi) pada Selasa (9/6/2026) di Aula Masjid Diponegoro. Kegiatan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menyampaikan informasi kedinasan, mengevaluasi pelaksanaan program kerja, serta melakukan pembahasan terkait kinerja dan keuangan penyuluh agama Islam.
Rakordasi dipandu oleh Samsul Ma’arif dan diawali dengan tadarus Al-Qur’an yang dipimpin oleh Suparman. Selanjutnya, seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu Indonesia Raya sebagai bentuk komitmen dalam membumikan nilai-nilai Al-Qur’an sekaligus meneguhkan semangat cinta tanah air.
Dalam arahannya, Ketua Pokjaluh Kota Yogyakarta menyampaikan berbagai informasi kedinasan yang perlu menjadi perhatian seluruh penyuluh agama Islam. Beberapa hal yang dibahas antara lain terkait presensi, penyusunan Laporan Kinerja Bulanan (LKB), evaluasi kinerja Triwulan I, penyusunan Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) Tahun 2025, serta persiapan bukti dukung untuk evaluasi Triwulan II.
“Kita perlu memastikan seluruh administrasi dan pelaporan kinerja dilaksanakan secara tertib dan tepat waktu sebagai bentuk tanggung jawab profesional dalam menjalankan amanah sebagai penyuluh agama,” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Asrofi, Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, menyampaikan kultum yang mengingatkan pentingnya menjaga keberkahan hidup melalui upaya memperoleh rezeki yang halal. Menurutnya, keberhasilan dalam menjalankan tugas tidak hanya diukur dari capaian kinerja, tetapi juga dari integritas dan kejujuran dalam setiap proses yang dijalani.
Ketua Pokjaluh juga menegaskan pentingnya menjaga komitmen, integritas, dan profesionalitas dalam pelaksanaan tugas penyuluhan. Penyuluh agama diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat sekaligus adaptif terhadap perkembangan zaman, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung efektivitas pelayanan dan pembinaan keagamaan.
Selain membahas evaluasi program dan pengelolaan keuangan organisasi, rakordasi juga membicarakan rencana pemilihan pengurus baru sebagai bagian dari proses regenerasi kepemimpinan di tubuh Pokjaluh Kota Yogyakarta. Regenerasi dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan organisasi serta melahirkan inovasi-inovasi baru dalam pelaksanaan tugas kepenyuluhan.
Melalui kegiatan ini, Pokjaluh Kota Yogyakarta berkomitmen untuk terus memperkuat kapasitas anggotanya agar semakin solid, adaptif, melek digital, serta mampu menghadirkan program-program penyuluhan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Semangat kolaborasi, integritas, dan pembaruan yang terus dibangun diharapkan menjadi bekal bagi para penyuluh agama Islam dalam menjawab tantangan zaman sekaligus memperkuat peran strategis penyuluh sebagai garda terdepan dalam pembinaan kehidupan keagamaan di Kota Yogyakarta.[ekoAW]



