Mahasiswa Bahasa Inggris UII Jalani PLP di MAN 1 Yogyakarta

Yogyakarta (MAN 1 Yoga) – Belajar menjadi guru tidak cukup hanya dilakukan di ruang kuliah. Pengalaman berinteraksi dengan murid, memahami budaya sekolah, serta terlibat langsung dalam proses pembelajaran menjadi bagian penting dalam membentuk kesiapan calon pendidik. Semangat tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) Universitas Islam Indonesia (UII) Tahun Ajaran 2026/2027 di MAN 1 Yogyakarta, Rabu (26/08/2026).
Dua mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris UII, Salma Aulia Nur Arifah dan Azhar Sapawi, resmi diterjunkan untuk melaksanakan kegiatan PLP di MAN 1 Yogyakarta. Keduanya merupakan mahasiswa semester 7 Fakultas Ilmu Budaya, Program Studi Bahasa Inggris UII. Kegiatan penerjunan yang dilaksanakan pukul 13.00 -14.00 WIB, berlangsung di Ruang Meeting Waka MAN 1 Yogyakarta dan dihadiri oleh jajaran pimpinan madrasah, dosen pendamping, guru pamong, serta staf kurikulum.
Dalam kesempatan tersebut, dosen pembimbing Dr. Intan Pradipta, S.S., M.Hum. menyampaikan maksud kehadiran mahasiswa sekaligus memohon izin agar keduanya dapat memperoleh pengalaman lapangan di MAN 1 Yogyakarta.
“Mohon izin untuk mengenyam pengalaman lapangan di MAN 1 Yogyakarta,” ungkap Dr. Intan. Dr. Intan juga berharap di tahun-tahun selanjutnya UII dan MAN 1 Yogyakarta dapat bekerjasama dalam penerjunan mahasiswa PLP dan kerjasama lain yang lebih luas.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penerimaan mahasiswa oleh Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, Edi menekankan pentingnya perpaduan antara ilmu, akhlak, dan pengalaman dalam mempersiapkan generasi pendidik di tengah perkembangan zaman yang berlangsung begitu cepat. Menurut Edi, era teknologi dan informasi yang begitu cepat mengharuskan seorang berilmu dan berakhlak serta berpengalaman dalam bidangnya.
“Untuk itu cara jitu untuk mengasah pengalaman adalah dengan praktek langsung menjalankan pembelajaran di kelas yang nyata,” tutur Edi.
Menurut Edi, pengalaman langsung di sekolah menjadi bagian penting bagi calon pendidik untuk memahami bahwa profesi guru bukan semata-mata berkaitan dengan penguasaan materi pembelajaran. Seorang guru juga dituntut mampu memahami murid, membangun komunikasi, mengelola kelas, serta beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pendidikan.
Sementara itu, Waka Kurikulum MAN 1 Yogyakarta, Wakhid Hasyim, M.A., menegaskan bahwa kegiatan PLP menjadi bagian dari upaya madrasah untuk memberikan ruang belajar yang autentik bagi calon pendidik.
“MAN 1 membuka diri untuk mahasiswa yang ingin belajar tentang dunia sekolah secara nyata,” ujar Wakhid.
Pernyataan tersebut menjadi penegasan bahwa kehadiran mahasiswa PLP tidak hanya dipandang sebagai bagian dari kewajiban akademik perguruan tinggi, tetapi juga sebagai kesempatan untuk membangun ruang belajar bersama. Mahasiswa memperoleh pengalaman dari praktik pendidikan di sekolah, sementara madrasah turut berkontribusi dalam menyiapkan calon pendidik yang lebih siap menghadapi realitas profesinya.
Secara resmi, Lilis Ummi Fa’iezah, S.Pd., M.A. dan Deti Prasetyaningrum, S.Pd. ditugaskan sebagai guru pamong dalam kegiatan PLP tersebut. Usai kegiatan penerjunan, kedua mahasiswa bersama guru pamong Bahasa Inggris melakukan pertemuan khusus untuk membahas teknis pelaksanaan PLP. Pertemuan tersebut membicarakan sejumlah kegiatan yang akan dijalankan selama mahasiswa berada di MAN 1 Yogyakarta, antara lain observasi lapangan, penyusunan modul pembelajaran, serta praktik mengajar di kelas.
Tahapan tersebut diharapkan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menghubungkan pengetahuan akademik yang diperoleh di perguruan tinggi dengan situasi pembelajaran yang sesungguhnya. Melalui observasi, mahasiswa dapat mengenali karakter murid dan budaya sekolah. Melalui penyusunan modul, mereka belajar merancang pembelajaran. Sedangkan melalui praktik mengajar, mereka memperoleh pengalaman langsung dalam mengelola proses pembelajaran di kelas. (luf)



