Berita

KIR LIBA MAN 1 Yogyakarta Gelar Lustrum VII dan Eksplorasi Budaya

Yogyakarta (MAN 1 Yogya) — Kelompok Ilmiah Remaja Ulil Albab (KIR LIBA), salah satu organisasi ekstrakurikuler di MAN 1 Yogyakarta, merayakan momentum bersejarah dalam peringatan LUSTRUM VII KIR LIBA. Perayaan tiga setengah dekade (35 tahun) berdirinya organisasi ilmiah ini diselenggarakan pada Minggu, (2/8/2026) yang berpusat di Aula Lantai 2 MAN 1 Yogyakarta dan kawasan Museum Sonobudoyo.

 

Peringatan Lustrum VII kali ini mengusung tema “Ngudi Rasa Mangun Karsa: Menjelajah Pengalaman Budaya Menjadi Inspirasi Berkarya”. Tema ini mengandung makna mendalam untuk mengasah kepekaan rasa terhadap nilai-nilai budaya Nusantara serta membangun semangat berkarya dan berinovasi melalui pengalaman belajar langsung di lapangan.

 

Rangkaian kegiatan dimulai pada pagi hari pukul 07.30 WIB di Aula Lantai 2 MAN 1 Yogyakarta dengan registrasi peserta. Acara dibuka secara resmi melalui Opening Ceremony, penayangan Video Journey perjalanan 35 tahun KIR LIBA, serta sambutan dari Ketua Panitia Rivaya Shidiqqa Renata, Ketua Umum KIR LIBA Kinanti Pinaring Gusti, hingga Pembina KIR LIBA Ahmad Baidhowi, S.Pd.

Guna mempererat tali silaturahmi lintas generasi, acara dilanjutkan dengan sesi Talk Show dan Ex with Ex (berbagi cerita interaktif bersama alumni), minigames, serta sharing session. Sesi ini menjadi ruang hangat bagi para anggota aktif, demisioner, dan alumni dari berbagai angkatan untuk saling berbagi pengalaman, motivasi akademik, hingga perjalanan pengembangan diri.

 

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, peringatan Lustrum VII ini dipadukan dengan kegiatan PLESIR (Penelitian Sambil Refreshing). Setelah sesi ISHOMA, seluruh peserta menuju Museum Sonobudoyo Yogyakarta untuk mengikuti workshop membatik serta jelajah museum. Melalui kegiatan eksplorasi budaya ini, para peserta dilatih untuk melakukan observasi dan berpikir kritis yang nantinya dituangkan ke dalam bentuk karya esai ilmiah. Rangkaian kegiatan resmi berakhir pada pukul 15.30 WIB.

 

Kepala MAN 1 Yogyakarta, Edi Triyanto, S.Ag., S.Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya atas konsistensi KIR LIBA dalam menjadi ruang tumbuh bagi kreativitas dan budaya ilmiah siswa selama 35 tahun.

“Tiga puluh lima tahun merupakan perjalanan yang panjang dan tentu patut kita syukuri bersama. Saya berharap KIR LIBA terus menjadi ruang bagi murid untuk mengembangkan rasa ingin tahu, kemampuan berpikir kritis, dan keberanian melahirkan karya-karya yang bermanfaat. Kegiatan seperti PLESIR ini juga sangat baik karena anak-anak tidak hanya belajar tentang penelitian, tetapi sekaligus mengenal dan mencintai budaya yang ada di sekitarnya,” tutur Edi .

 

“Acara Lustrum VII KIR LIBA tahun ini sangat seru dan berkesan karena mengombinasikan kehangatan reuni keluarga besar KIR LIBA dengan kegiatan edukasi budaya di luar kelas. Selain bisa mempererat keakraban lintas generasi melalui sharing session, kami juga mendapat inspirasi baru melalui workshop membatik dan jelajah museum untuk bahan penulisan karya ilmiah,” ujar Jeffri salah satu anggota aktif KIR LIBA yang hadir pada acara tersebut (waz).

Leave a Reply