Luaskan Jangkauan Dakwah, PAIF KUA Tegalrejo Lakukan Siraman Rohani Islam di RRI Yogyakarta

Yogyakarta (KUA Tegalrejo) – Dalam upaya meluaskan jangkauan dakwah dan menyapa masyarakat secara lebih luas, Penyuluh Agama Islam Fungsional (PAIF) KUA Kecamatan Tegalrejo, H. Kusmanto, S.Ag hadir mengisi program Siraman Rohani Islam di Studio RRI Pro 4 Yogyakarta 106.6 FM Rabu (23/9/2026) pukul 17.00 WIB.
Pada kesempatan ini, PAIF Tegalrejo membawakan tema dakwah yang sangat menyentuh dan relevan dengan kondisi kekinian, yaitu “Sepenggal Ibrah Kisah Ketawakkalan Ibunda Nabi Musa”.
Tema ini diangkat dari kisah agung yang diabadikan dalam Al-Qur’an, tentang sosok seorang ibu bernama Yukabad, ibunda Nabi Musa AS, yang menunjukkan tingkat ketawakkalan luar biasa kepada Allah SWT.
Dalam siarannya, PAIF Tegalrejo menjelaskan bahwa Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Qashash ayat 7:
“Dan Kami ilhamkan kepada ibu Musa; Susuilah dia, dan apabila kamu khawatir terhadapnya maka jatuhkanlah dia ke sungai (Nil). Dan janganlah kamu khawatir dan janganlah bersedih hati, karena sesungguhnya Kami akan mengembalikannya kepadamu dan menjadikannya salah seorang dari para rasul.”
“Ayat ini luar biasa. Seorang ibu diperintahkan untuk menghanyutkan bayinya sendiri ke Sungai Nil yang ganas, di saat pasukan Firaun sedang memburu setiap bayi laki-laki. Secara logika manusia, itu mustahil. Tapi inilah puncak tawakkal. Ibunda Musa patuh setelah berusaha maksimal, karena yakin janji Allah itu pasti,” terang PAIF dalam tausiyahnya.
Ada tiga ibrah ketawakkalan yang bisa dipetik dan diamalkan oleh keluarga Muslim saat ini:
1.Tawakkal Adalah Puncak Ikhtiar, Bukan Pasrah Tanpa Usaha.
Ibunda Musa tidak serta merta menghanyutkan bayinya. Beliau sudah berikhtiar menyembunyikan, menyusui, dan membuatkan peti terbaik. Setelah ikhtiar maksimal, barulah hasilnya diserahkan sepenuhnya kepada Allah. Inilah makna tawakkal sebenar-benarnya.
2.Ketenangan Hati Datang dari Allah.
Ketika rasa takut dan sedih melanda, Allah SWT sendiri yang meneguhkan hati Ibunda Musa. Sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Qashash ayat 10. Ketika hati sudah bersandar kepada Allah, maka Allah yang akan menjaga dan menguatkannya.
3.Janji Allah Pasti Benar.
Buah dari ketawakkalan itu sangat manis. Allah tidak hanya menyelamatkan Musa AS, tetapi justru Musa dibesarkan di istana Firaun dan akhirnya dikembalikan kepada ibunya untuk disusui, bahkan ibunya diberi upah. Sesuai dengan janji Allah, Musa kelak menjadi Nabi dan Rasul.
Kisah ini juga selaras dengan sabda Rasulullah SAW tentang hakikat tawakkal dalam HR. Tirmidzi: “Seandainya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benar tawakkal, niscaya Allah akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung yang terbang di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.”
Kepala KUA Tegalrejo, H. Supasdi, S.Ag sangat mengapresiasi inovasi dakwah melalui media radio ini. Menurutnya, radio masih menjadi media yang efektif dan dicintai masyarakat.
“Melalui RRI, dakwah kita tidak hanya terbatas di masjid atau majelis taklim, tapi masuk ke rumah-rumah, warung, dan kendaraan warga. Semoga kisah Ibunda Musa ini menjadi penguat bagi para ibu dan keluarga di Tegalrejo untuk selalu yakin dan tawakkal penuh kepada Allah dalam mendidik anak dan menghadapi ujian hidup,” ujarnya.
Program Siraman Rohani Islam RRI Yogyakarta ini akan menjadi agenda dakwah rutin PAIF KUA Tegalrejo sebagai wujud kolaborasi penyuluh yang inovatif dan transformatif. (Kus)
#PAIFTegalrejo
#RRIYogyakarta #KemenagKotaYogyakarta



