Layanan Penyuluh Katolik di Rutan Bersama Komunitas Doa “Evangelisai”

Yogyakarta (Garakat) Penyuluh Agama Katolik Kankemenag Kota Yogyakarta berkolaborasi dengan Komunitas doa alumni Kursus Evangelisai Pribadi (KEP) Paroki Hati Kudus Tuhan Yesus (HKTY) Pugeran melaksanakan pembinaan iman bagi Warga Binaan (Wabin) di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Yogyakarta pada hari Selasa, 20/10/2026. Pembinaan iman dikemas dalam suatu Ibadat Sabda yang dipimpin Ibu AW Widowati. Dalam permenungannya ibu Widowati menyampaikan bahwa kita semua sangat berharga di mata Tuhan. Dalam Mazmur Tanggapan yang kita daraskan tadi berbunyi demikian Tuhanlah yang menjadikan kita dan kitalah kepunyaan-Nya (Mzm. 100:3.) Siapun kita, apapun masalah kita, kita tetap milik kepunyaan Tuhan. Karena kita ini milik kepunyaan-Nya maka kita boleh dan dapat menikmati rahmat kasih-Nya. Sehingga masa lalu kita tidak menutup masa depan kita yang lebih baik. Allah yang kaya akan rahmat telah menghidupkan kita. Karena masa lalu kita yang kelam membuat kita mati maka karena kekayaan rahmat-Nya kita dihidupkan kembali. Dengan demikian Rumah Tahanan (Rutan) sebenarnya Tuhan memberi kita kesempatan kedua. Ketika kita diampuni maka kita akan menjadi manusia baru di dalam-Nya.
Injil Lukas yang kita dengar terutama Lukas 12:15 pada kesempatan ini mengingatkan kita “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” yang artinya bahwa Hidupmu bukan ditentukan oleh apa yang kamu miliki, tapi oleh siapa yang memiliki hatimu yakni Tuhan. Dengan demikian punya harta tidak berdosa selama harta dan hati kita tetap menjadi milik Allah. Oleh sebab itu jadilah kaya di hadapan Allah. Adapun ciri-ciri orang yang kaya dihadapan Allah: Pertama, berdoa secara jujur di hadapan Allah. Kedua, Berbuat baik mulai dari hal-hal kecil dan ketiga jangan menjual masa depan dengan gengsi-hiduplah sederhana dan jujur. Untuk itu jangan kita habiskan waktu dengan menghitung hari-hari kita hanya dengan hal-hal yang tidak berguna. Sabda Tuhan telah mencurahkan rahmat-Nya kepada kita agar kita nikmati tanpa hitung-hitungan melainkan dengan penuh kasih sayang yang tiada batasnya. Demikian Ibu Widowati mengakhiri renungannya.
Partisipasi peserta dalam Ibadat Sabda hari ini berjumlah 22 orang dengan rincian; 13 Wabin, 6 orang alumni KEP Pugeran, 1 perwakilan MMK, 1 orang organis dan 1 dari Kemenag yakni Edelbertus Jara. Setelah Ibadat Sabda dilanjut rekreasi bersama sambil menikmati hidangan makan siang yang dibawa dari alumni KEP Pugeran (ej)



