Berita

LDK OSAKA MAN 1 Yogyakarta 2026: Menempa Kepemimpinan, Menguatkan Karakter

Sleman (MAN 1 Yogya) – Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) Organisasi Santri Keagamaan (OSAKA) MAN PK MAN 1 Yogyakarta berlangsung selama dua hari, Sabtu dan Ahad (5 dan 6 September 2026). Kegiatan yang diikuti 94 peserta ini dilaksanakan di MAN 1 Yogyakarta dan Wisma Taruna, Kaliurang, Sleman, dengan mengusung semangat pembentukan karakter, kepemimpinan, dan kemampuan berorganisasi.

 

Rangkaian kegiatan diawali dengan apel pembukaan, kemudian dilanjutkan dengan salat Dhuha berjamaah sebagai bagian dari penguatan karakter spiritual peserta. Kegiatan berikutnya diisi dengan materi kepemimpinan dan manajemen konflik, yang membekali peserta untuk memahami karakter seorang pemimpin sekaligus mengelola perbedaan dan persoalan yang muncul dalam organisasi.

 

Dalam materi kepemimpinan, peserta tidak hanya diarahkan untuk memahami konsep memimpin, tetapi juga diajak melihat kepemimpinan sebagai proses membangun kepercayaan. Seorang pemimpin dituntut mampu mengambil keputusan, mendengarkan, mengelola perbedaan, serta bertanggung jawab atas keputusan yang diambil.

 

Memasuki sesi di Wisma Taruna Kaliurang, peserta mendapatkan materi manajemen organisasi. Materi ini menjadi bekal penting agar peserta memahami bagaimana organisasi dikelola secara sistematis, mulai dari pembagian tugas, komunikasi, koordinasi, hingga evaluasi.

 

Suasana LDK semakin dinamis melalui kegiatan LDK Fest. Setiap kelompok diwajibkan menampilkan drama yang mengangkat tema “keteguhan kepemimpinan pada masa kerajaan Islam”. Melalui kegiatan tersebut, peserta tidak hanya dituntut kreatif dalam mengolah gagasan, tetapi juga mampu menerjemahkan nilai-nilai kepemimpinan ke dalam sebuah pertunjukan.

 

Pada Minggu pagi, kegiatan dilanjutkan dengan fun games yang dirancang untuk membangun komunikasi, kerja sama, strategi, dan kekompakan antarpeserta. Rangkaian LDK kemudian ditutup dengan apel penutupan yang dipimpin Kepala MAN 1 Yogyakarta, H. Edi Triyanto, S.Ag, S.Pd, M.Pd

 

Dalam amanatnya, Edi menekankan bahwa pengalaman selama LDK hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan atau keseruan selama mengikuti kegiatan. Nilai utama dari organisasi adalah bagaimana setiap individu mampu menjalankan peran dan amanahnya dengan baik.

“Organisasi bukan tempat untuk sekadar mencari posisi, tetapi tempat untuk belajar menjalankan tanggung jawab. Pemimpin yang baik bukan hanya mereka yang mampu memberi instruksi, tetapi mereka yang mampu memberi teladan, mendengarkan, mengambil keputusan dengan bijak, dan bertanggung jawab atas apa yang dipimpinnya,” pesannya.

 

Ia juga mengingatkan peserta bahwa perbedaan dalam organisasi merupakan sesuatu yang wajar. Perbedaan gagasan tidak seharusnya menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi energi untuk menghasilkan keputusan yang lebih baik melalui komunikasi dan musyawarah.

 

Melalui rangkaian LDK OSAKA 2026, peserta diharapkan memperoleh pengalaman yang utuh tentang organisasi: berpikir kritis, berkomunikasi, bekerja sama, mengelola konflik, mengambil keputusan, sekaligus belajar memegang amanah dan bertanggung jawab.

 

LDK pun bukan sekadar kegiatan dua hari. Ia menjadi ruang pembelajaran nyata bagi peserta untuk mulai memahami bahwa kepemimpinan sejatinya bukan tentang seberapa tinggi posisi seseorang, melainkan seberapa besar kemampuan dirinya memberi arah, menjadi teladan, dan menunaikan amanah. (HA)

Leave a Reply