KUA Umbulharjo Gelar Bimwin Angkatan ke-9, Bekali Catin Bangun Keluarga Sakinah dan Ramah Lingkungan

Yogyakarta (KUA Umbulharjo)— Kantor Urusan Agama (KUA) Umbulharjo kembali melaksanakan Bimbingan Perkawinan (Bimwin) Angkatan ke-9 bagi calon pengantin (catin), Rabu (7/10/2026). Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 07.30 WIB hingga selesai ini mengangkat tema “Bimbingan Perkawinan (Bimwin) x Ekoteologi”.
Kegiatan Bimwin tersebut menjadi salah satu upaya KUA Umbulharjo dalam memberikan bekal yang komprehensif kepada calon pengantin sebelum memasuki kehidupan berumah tangga. Tidak hanya membahas kesiapan pernikahan dan pembentukan keluarga sakinah, kegiatan kali ini juga mengajak peserta memahami pentingnya menjaga lingkungan yang dimulai dari kehidupan rumah tangga.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi dari sejumlah narasumber yang kompeten di bidangnya. dr. Dyah Cahyani Susilo dari Puskesmas II Umbulharjo menyampaikan materi mengenai kesehatan reproduksi. Materi berikutnya disampaikan Siti Zulaikah, S.Pd.T dengan tema “Ekologi: Merawat Bumi dalam Rumah Tangga”, serta Siti Zulaihah, S.Pd.I yang memberikan materi tentang keluarga sakinah.
Konsep ekoteologi menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan Bimwin Angkatan ke-9. Calon pengantin diajak memahami bahwa membangun keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antara suami, istri, dan anggota keluarga, tetapi juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sekitar.
Melalui materi tersebut, peserta didorong untuk membangun kesadaran ekologis dalam rumah tangga, mulai dari kebiasaan sederhana seperti mengurangi sampah, menggunakan sumber daya secara bijak, hingga menerapkan pola hidup yang lebih ramah lingkungan.
Selain itu, Bimwin juga memberikan penguatan terkait ilmu pernikahan dan kesiapan menjadi keluarga sakinah. Pembekalan ini diharapkan mampu membantu calon pengantin menghadapi berbagai dinamika kehidupan rumah tangga dengan bekal pengetahuan, komunikasi, dan nilai-nilai keagamaan yang memadai.
Pelaksanaan Bimwin Angkatan ke-9 KUA Umbulharjo diharapkan tidak berhenti pada pemahaman materi selama kegiatan, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, calon pengantin mampu membangun keluarga yang sehat, harmonis, sakinah, sekaligus memiliki kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.
Pernikahan bukan sekadar menyatukan dua hati, tetapi juga menjadi awal untuk membangun keluarga yang memberikan kebaikan bagi sesama, lingkungan, dan generasi yang akan datang.(Zul).



