Berita

KUA Ngampilan Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting melalui Workshop TPPS

Yogyakarta (KUA Ngampilan) — Penghulu Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Ngampilan, Nanang Kosim, S.Ag., menghadiri Workshop Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) tingkat Kemantren yang diselenggarakan di Ruang Gym Hotel Cordella Ngampilan, Yogyakarta, Rabu (13/05/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Kelurahan Ngampilan tersebut bertujuan meningkatkan koordinasi lintas sektoral dalam upaya percepatan penurunan prevalensi stunting di wilayah Ngampilan.

Workshop dihadiri Ketua Komisi A DPRD Kota Yogyakarta, Mantri Pamong Praja Kemantren Ngampilan Anif Luhur Kurniawan, S.IP., Kepala Puskesmas, Penyuluh KB, tokoh masyarakat, serta kader kesehatan setempat. Kehadiran KUA dalam forum ini menegaskan peran strategis Kementerian Agama dalam upaya pencegahan stunting dari sektor hulu, khususnya melalui edukasi kepada calon pengantin.

Dalam kesempatan tersebut, Nanang Kosim menegaskan komitmen KUA Ngampilan dalam mendukung program nasional percepatan penurunan stunting melalui program Bimbingan Perkawinan (Bimwin).

“KUA memiliki peran di garda terdepan untuk melakukan pencegahan stunting dari sisi hulu. Melalui Bimbingan Perkawinan, kami mendorong para calon pengantin memahami pentingnya kesehatan reproduksi, pemenuhan gizi, serta pemeriksaan kesehatan minimal tiga bulan sebelum pernikahan,” ujarnya di sela kegiatan.

Selain itu, workshop juga membahas validasi data stunting di wilayah Ngampilan serta penguatan peran Tim Pendamping Keluarga (TPK). KUA Ngampilan diharapkan terus bersinergi dengan Puskesmas dan Penyuluh KB dalam memantau kesiapan kesehatan calon pengantin guna melahirkan generasi yang sehat dan tangguh.

Acara diawali sambutan selamat datang dan laporan kegiatan oleh Lurah Ngampilan, Istikomah, S.E., dilanjutkan sambutan Mantri Pamong Praja Ngampilan yang mengapresiasi keaktifan seluruh pihak, termasuk KUA, dalam mendukung program TPPS.

Melalui workshop ini diharapkan kolaborasi antarinstansi semakin kuat sehingga upaya penurunan angka stunting di wilayah Ngampilan dapat berjalan lebih optimal, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Janti)