Berita

KUA Mergangsan Terima Audiensi PAY Muhammadiyah Lowanu, Siapkan Kolaborasi Pembinaan Generasi Muda

 

Yogyakarta (KUA Mergangsan) – Memperkuat sinergi dalam pembinaan keagamaan bagi generasi muda menjadi semangat pertemuan antara Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Mergangsan dengan Panti Asuhan Yatim (PAY) Muhammadiyah Lowanu, Brontokusuman, Mergangsan. Melalui audiensi yang berlangsung pada Senin (2/11/2026), kedua lembaga menjajaki peluang kerja sama dalam mengembangkan potensi dan keterampilan keagamaan anak-anak asuh.

Kedatangan rombongan PAY Muhammadiyah Lowanu yang dipimpin Ketua Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA), Bapak Tri Haryanto, bersama ustadz pengasuh dan pekerja sosial (Peksos) LKSA, disambut langsung oleh Kepala KUA Kemantren Mergangsan, Dr. Jaenal Sarifudin, S.H.I., M.S.I., didampingi Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan, Hari Purnomo, S.Pd. Penerimaan berlangsung di ruang Kepala KUA Kemantren Mergangsan mulai pukul 09.00 hingga 10.15 WIB.

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Selain menjadi ajang silaturahmi, audiensi tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun komunikasi dan membicarakan peluang kolaborasi program pembinaan keagamaan bagi anak-anak yang berada dalam pengasuhan PAY Muhammadiyah Lowanu.

Dalam pembicaraan tersebut, muncul sejumlah gagasan kegiatan yang dapat disinergikan dengan program Penyuluh Agama Islam KUA Mergangsan. Di antaranya pelatihan adzan, pembinaan imam salat, pelatihan mubaligh muda, pembinaan qira’ah, serta Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS).

Program-program tersebut direncanakan dapat dilaksanakan pada masa liburan sekolah. Dengan memanfaatkan waktu libur, anak-anak asuh diharapkan dapat mengikuti kegiatan pembinaan secara lebih leluasa sekaligus memperoleh pengalaman belajar agama yang menyenangkan dan bermanfaat.

Pembinaan ini tidak semata-mata diarahkan pada penguasaan keterampilan membaca Al-Qur’an, melantunkan adzan, atau memimpin salat. Lebih dari itu, kegiatan diharapkan dapat menumbuhkan keberanian, kedisiplinan, kemandirian, rasa percaya diri, serta karakter Islami dalam kehidupan sehari-hari.

Bagi KUA Mergangsan, kerja sama dengan lembaga sosial keagamaan seperti PAY Muhammadiyah Lowanu merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pelayanan dan bimbingan keagamaan di tengah masyarakat. Sementara bagi PAY Muhammadiyah Lowanu, sinergi ini diharapkan dapat menambah ruang pembinaan dan pengembangan potensi anak-anak asuh melalui pendampingan para Penyuluh Agama Islam.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal untuk membangun kemitraan yang lebih konkret dan berkelanjutan. Harapannya, anak-anak asuh tidak hanya tumbuh dengan bekal pendidikan dan pengasuhan yang baik, tetapi juga memiliki kemampuan keagamaan, akhlak mulia, serta keberanian untuk mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Melalui kolaborasi ini, KUA Mergangsan dan PAY Muhammadiyah Lowanu ingin menghadirkan pesan sederhana namun bermakna: setiap anak memiliki potensi, dan setiap potensi membutuhkan kesempatan, pendampingan, serta kepedulian bersama agar dapat berkembang menjadi kebaikan. (HP)

Leave a Reply