KUA Mantrijeron Perkuat Layanan AJWA, Pastikan Wakaf Tertib Sebelum Ikrar

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — KUA Kemantren Mantrijeron terus mendekatkan pelayanan wakaf kepada masyarakat melalui AJWA (Antar Jemput Wakaf). Senin, 21 September 2026, Tim Verifikator Wakaf KUA Mantrijeron melakukan verifikasi tanah dan bangunan wakaf di RT 41 RW 11 Jogokaryan, Mantrijeron, Kota Yogyakarta.
Verifikasi dilakukan untuk memastikan data, kondisi objek wakaf, serta dokumen yang diperlukan sebelum proses wakaf dilanjutkan melalui Sistem Informasi Wakaf (SIWAK).
Dalam kegiatan tersebut, Ida Ratnawati selaku Wakif mewakafkan tanah dan bangunan yang akan dikelola oleh Baitu Mal Masjid Jogokariyan sebagai Nazhir. Wakaf tersebut direncanakan untuk kegiatan ekonomi produktif dan pemanfaatan lain yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Tim melakukan pengecekan langsung terhadap objek wakaf dan mencocokkannya dengan data serta dokumen yang tersedia. Langkah ini dilakukan agar proses wakaf berjalan tertib dan jelas sebelum memasuki tahap ikrar wakaf.
Kepala KUA Kemantren Mantrijeron, Setyo Purwadi, S.Ag., mengatakan bahwa AJWA merupakan upaya KUA untuk memberikan pelayanan wakaf yang lebih dekat dan mudah bagi masyarakat.
“Melalui AJWA, kami ingin membantu masyarakat agar proses wakaf lebih mudah. Kami memberikan pendampingan mulai dari konsultasi, pengecekan dokumen, sampai verifikasi objek wakaf. Dengan begitu, Wakif dan Nazhir dapat memahami proses yang harus dilalui,” jelasnya.
Setyo menambahkan bahwa verifikasi penting dilakukan agar data dan objek wakaf jelas sejak awal.
“Wakaf bukan hanya menyerahkan harta, tetapi juga memastikan harta tersebut dapat dikelola dengan baik dan memberikan manfaat. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk berkonsultasi dengan KUA agar proses wakaf dapat dipersiapkan dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, Ida Ratnawati mengapresiasi pelayanan AJWA yang diberikan KUA Mantrijeron.
“Saya berterima kasih kepada KUA Mantrijeron yang sudah mendampingi proses verifikasi wakaf ini. Dengan adanya AJWA, kami lebih mudah memahami tahapan dan dokumen yang perlu disiapkan,” ujar Ida.
Ia berharap tanah dan bangunan yang diwakafkan dapat dikelola dengan amanah dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Semoga wakaf ini menjadi amal jariyah dan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Saya berharap amanah ini dapat dikelola dengan baik dan digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat,” tuturnya.
Melalui AJWA, KUA Mantrijeron berupaya menghadirkan layanan wakaf yang lebih dekat dengan masyarakat. Tim tidak hanya memberikan pelayanan di kantor, tetapi juga melakukan pendampingan dan verifikasi langsung di lokasi.
Dengan pelayanan yang mudah, tertib, dan amanah, AJWA diharapkan dapat membantu masyarakat dalam mempersiapkan proses wakaf sekaligus menjaga agar harta wakaf dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan. (FR)



