Berita

Penyuluh Katolik: Tunjukkanlah Kasihmu dalam Saling Membantu

Yogyakarta (Garakat) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Edelbertus Jara, mengajak para lansia di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Kota Yogyakarta untuk bisa saling membantu. Ajakan ini merupakan salah satu bagian pesan dari Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus (Ef 4:1-7.11-13). Hal itu disampaikan Edel, biasa disapa, pada kegiatan pembinaan iman bagi Lansia Kristiani, Senin (21/9/2026). Sebelumnya Edel bercerita tentang Matius, seorang pemungut cukai, yang mau ikut Yesus saat Yesus mengajaknya (Matius 9:9-13). Sebagai seorang pemungut cukai, dia dianggap sebagai orang berdosa oleh masyarakat Yahudi pada masa itu karena bekerja dengan bangsa penjajah. Belum lagi, kecurigaan orang-orang Yahudi kepadanya karena pekerjaan itu berpotensi untuk menyalahgunkan uang pajak yang ditariknya. Tetapi karena kasih Yesus kepada Matius, Matius dijadikan salah satu rasul-Nya. Bahkan, Matius pun menjadi salah satu penulis Injil Yesus Kristus. “Yesus tidak menulis Injil. Injil ditulis oleh orang-orang yang mengalami perjumpaan dengan Yesus melalui kebersamaan dengan-Nya juga melalui pewartaan dan kesaksian-kesaksian tentang Yesus. Kesaksian-kesaksian dari mulut ke mulut kemudian ditulis. Dan, jadilah Kitab Suci. Matius adalah salah satu penulis Injil. Rasul Yesus yang juga menulis Injil adalah Yohanes,”begitulah Edel menjelaskan.

Setelah bercerita tentang Matius, Edel mengulas Surat Rasul Paulus kepada jemaat di Efesus. Dalam surat itu Rasul Paulus menyatakan diri sebagai orang yang dipenjara karena Tuhan Yesus. Namun dari dalam penjara itu Rasul Paulus mampu menasihati jemaat di Efesus melalui suratnya supaya sebagai orang-orang yang terpanggil, jemaat Efesus hidup sepadan dengan panggilan itu. “Hendaklah kamu selalu rendah hati, lemah lembut, dan sabar. Tunjukkanlah kasihmu dalam saling membantu. Dan, berusahalah memelihara kesatuan Roh dalam ikatan damai sejahtera: Satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu; satu Tuhan, satu iman, satu baptisan, satu Allah dan Bapa dari semua, yang di atas semua, menyertai semua dan menjiwai semua,” demikian Edel membacakan kembali surat Rasul Paulus. Dari surat inilah Edel menegaskan supaya para lansia berani menunjukkan kasihnya dalam saling membantu.

Pembinaan iman ini dalam bentuk ibadat Sabda diisi dengan lagu pembuka, bacaan Kitab Suci, renungan dan berbagi pengalaman iman, berdoa, dan lagu penutup. Partisipasi peserta dalam pembinaan ini totalnya 11 orang dengan rincian: 7 lansia Kristiani, 1 Penyuluh Kristen (Sumarni), 3 Penyuluh Katolik: Arnoldus Suluh Dwi Candra, Edelbertus Jara, dan Kristoforus Moses Jamwav. (asdc)

Leave a Reply