Berita

KUA Gondomanan Perkuat Kualitas Syiar Islam melalui Pelatihan Khotib

Yogyakarta (KUA Gondomanan) – Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Gondomanan terus memperkuat peran strategisnya dalam pembinaan keagamaan masyarakat. Salah satunya melalui kolaborasi bersama Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Prawirodirjan dalam Pelatihan Khotib Jumat yang digelar di Gedung Dakwah PRM Prawirodirjan, Jumat (4/9/2026).

Kegiatan yang diikuti 50 utusan takmir masjid dari wilayah Kelurahan Prawirodirjan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas para khatib sekaligus memperkuat kualitas syiar Islam di tengah masyarakat.

Penyuluh Agama Islam Fungsional KUA Kemantren Gondomanan, Suhartanto, S.Ag., hadir sebagai pembina pelatihan. Dalam kegiatan yang berlangsung pukul 19.30 hingga 22.30 WIB tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai penyusunan materi khotbah, sistematika khutbah Jumat, hingga teknik penyampaian pesan keagamaan agar lebih komunikatif, kontekstual, dan mudah diterima jamaah.

Kepala KUA Kemantren Gondomanan melalui kegiatan tersebut menegaskan pentingnya penguatan kapasitas khatib sebagai bagian dari pembinaan keagamaan berbasis masyarakat. Khatib tidak hanya dituntut mampu menyampaikan materi keagamaan, tetapi juga memiliki wawasan yang memadai sehingga pesan yang disampaikan dapat menjadi penguat nilai keislaman, persatuan, dan kehidupan sosial yang harmonis.

Ketua PRM Prawirodirjan, Wawan Budiyanto, S.Ag., mengatakan pelatihan digelar sebagai respons atas kebutuhan khatib di masjid-masjid wilayah Prawirodirjan. Selain memenuhi kebutuhan jangka pendek, kegiatan ini diharapkan menjadi ruang kaderisasi untuk melahirkan generasi khatib yang memiliki kemampuan komunikasi dakwah sekaligus berwawasan moderat.

“Melalui pelatihan ini, para peserta diharapkan dapat langsung mengisi mimbar di masjid masing-masing sekaligus menjadi bagian dari kaderisasi khatib di wilayah Prawirodirjan,” ujarnya.

Bagi KUA Gondomanan, sinergi dengan lembaga dan organisasi keagamaan seperti PRM Prawirodirjan menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan pembinaan umat. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelatihan, tetapi dapat berlanjut dalam bentuk pembinaan dan penguatan kapasitas dai serta khatib secara berkelanjutan.

Melalui penguatan kompetensi para khatib, KUA Gondomanan mendorong agar mimbar Jumat tidak hanya menjadi ruang penyampaian pesan keagamaan, tetapi juga menjadi sarana edukasi umat yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan memperkuat kehidupan keagamaan yang damai, moderat, dan konstruktif. (Suhartanto)

Leave a Reply