Kolaborasi Lintas Sektor untuk Generasi Sehat, Penyuluh KUA Pakualaman Ikuti Rakor Penanganan Stunting

Yogyakarta – Penyuluh Agama Islam KUA Pakualaman Arin Marliana S.Ag menghadiri Rapat Koordinasi Fasilitasi Pelaksanaan Reformasi Kemantren dalam kegiatan penanganan stunting yang diselenggarakan pada Rabu (22/7/2026). Kegiatan ini menjadi wadah koordinasi lintas sektor untuk memperkuat sinergi dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kemantren Pakualaman.
Rapat koordinasi dihadiri oleh unsur Forkompimtren Pakualaman, pemerintah kelurahan, Puskesmas, PLKB, KUA Pakualaman, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Melalui forum ini, seluruh peserta menyamakan persepsi dan menyusun langkah-langkah strategis guna meningkatkan efektivitas program penanganan stunting di masyarakat.
Dalam kesempatan tersebut, Penyuluh Agama Islam KUA Pakualaman menegaskan komitmen Kementerian Agama untuk terus mendukung program pemerintah dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas. Peran penyuluh tidak hanya memberikan pembinaan keagamaan, tetapi juga mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan keluarga, pemenuhan gizi, serta pola pengasuhan anak yang baik sebagai upaya pencegahan stunting sejak dini.
Melalui layanan bimbingan perkawinan bagi calon pengantin, pembinaan keluarga sakinah, serta dalam penyuluhan kepada majelis taklim dan masyarakat, KUA Pakualaman terus mengintegrasikan pesan-pesan keagamaan dengan edukasi tentang pentingnya kesehatan ibu dan anak. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa pencegahan stunting merupakan tanggung jawab bersama.
Kehadiran Penyuluh Agama Islam KUA Pakualaman dalam kegiatan ini merupakan wujud nyata dukungan Kementerian Agama terhadap program pembangunan sumber daya manusia yang unggul. Melalui kolaborasi lintas sektor, diharapkan dapat terwujud generasi yang sehat, cerdas, berakhlak mulia, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045. [Ar.N]



