Penyuluh Agama Katolik Ajak Lansia Budhi Dharma Terus Menabur Kebaikan

Yogyakarta (Kemenag) – Penyuluh Agama Katolik Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Arnoldus Suluh Dwi Candra, mengajak para lanjut usia (lansia) di UPT Rumah Pelayanan Sosial Lanjut Usia Terlantar (RPSLUT) Budhi Dharma Kota Yogyakarta untuk terus menabur kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Pesan tersebut disampaikan Suluh saat memberikan pembinaan iman bagi Lansia Kristiani di UPT RPSLUT Budhi Dharma Kota Yogyakarta, Senin (10/8/2026). Pembinaan iman mengambil inspirasi dari Surat Kedua Rasul Paulus kepada Jemaat di Korintus dan Injil Yohanes.
Mengutip pesan Rasul Paulus bahwa orang yang menabur sedikit akan menuai sedikit, sedangkan orang yang menabur banyak akan menuai banyak pula, Suluh mengajak para lansia untuk memperbanyak perbuatan baik dengan ketulusan hati.
“Dengan lebih banyak menabur kebaikan, kebaikan-kebaikan yang lain akan muncul. Meskipun kebaikan itu tidak kembali lagi kepada kita, orang lain yang menikmati kebaikan itu akan menabur kebaikan juga kepada yang lain sehingga akan lebih banyak lagi kebaikan yang dinikmati banyak orang,” ungkap Suluh.
Menurutnya, menabur kebaikan berarti memberikan apa yang dapat diberikan kepada sesama dengan tulus, tanpa mengharapkan balasan. Kebaikan dilakukan sebagai ungkapan syukur atas kasih Allah yang telah lebih dahulu diberikan kepada manusia.
“Tujuan memberi adalah membalas kasih Allah yang sudah mengasihi kita terlebih dulu. Dengan demikian sudah sepantasnya kita memberikan apa yang kita bisa kepada sesama kita,” jelasnya.
Pada bagian berikutnya, Suluh mengajak para lansia untuk merenungkan pesan dalam Injil Yohanes tentang pentingnya menempatkan kasih kepada Yesus Kristus di atas kepentingan diri sendiri.
Ia menekankan bahwa kecintaan kepada Yesus hendaknya diwujudkan melalui kesediaan untuk menyerahkan hidup kepada kehendak-Nya dan menjalani kehidupan dengan penuh iman.
“Justru sebaliknya, kita mencintai Yesus lebih dari nyawa kita sendiri karena justru Yesus lebih mencintai nyawa kita sendiri. Oleh sebab itu, sangat perlulah kita berjuang untuk mampu menyerahkan nyawa kita sepenuhnya demi dan kepada Yesus Kristus,” lanjut Suluh.
Pembinaan iman berlangsung dalam suasana penuh keakraban. Kegiatan diisi dengan bernyanyi bersama, membaca Kitab Suci, renungan, berbagi pengalaman iman, serta doa bersama.
Kegiatan tersebut dihadiri tiga Penyuluh Agama Katolik, yakni Arnoldus Suluh Dwi Candra, Edelbertus Jara, dan Kristoforus Moses Jamwav, serta dua Penyuluh Agama Kristen, Sumarni dan pemerhati lansia dari Komunitas Simeon dan Hana, Unang.
Melalui pembinaan iman tersebut, para penyuluh berharap para lansia senantiasa memperoleh penguatan rohani, tetap memiliki semangat untuk berbagi kasih, serta menjadi pribadi yang terus menebarkan kebaikan bagi sesama di lingkungan tempat mereka berada. (asdc)



