Khutbah Jum’at
Bekerja karena Allah, Meraih Berkah Dunia dan Akhirat
Oleh :
Eko Agus Wibowo, S.Sos.I.
الحَمْدُ للهِ الْمَلِكِ الدَّيَّانِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى مُحَمَّدٍ سَيِّدِ وَلَدِ عَدْنَانَ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَتَابِعِيْهِ عَلَى مَرِّ الزَّمَانِ،
وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمُنَـزَّهُ عَنِ الْجِسْمِيَّةِ وَالْجِهَةِ وَالزَّمَانِ وَالْمَكَانِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الَّذِيْ كَانَ خُلُقُهُ الْقُرْآنَ
أَمَّا بَعْدُ، عِبَادَ الرَّحْمٰنِ، فَإنِّي أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِي بِتَقْوَى اللهِ المَنَّانِ،
الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ:
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Karena sesungguhnya, takwa adalah kunci segala kebaikan. Tidak ada kebaikan yang bisa kita raih, baik di dunia maupun di akhirat, kecuali dengan takwa. Dan tidak ada keburukan yang bisa kita hindari, kecuali juga dengan takwa.
Sebagaimana dikatakan oleh para ulama, yang artinya:
“Tidaklah seseorang mendapatkan kebaikan, baik yang segera maupun yang akan datang, kecuali dengan takwa. Dan tidaklah terhindar dari keburukan, kecuali dengan takwa.”
(Syekh Abi Bakr Syatta dalam kitab Kifayatul Atqiya)
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Setiap pagi kita melangkah keluar rumah.
Mencari nafkah, ada yang menuju kantor, ada yang ke pasar, ada pula yang berjuang diluar ruangan, mobile di jalanan.
Kita semua bekerja. Kita semua lelah. Namun pernahkah kita bertanya dalam hati:
Untuk siapa sebenarnya lelah ini kita tunaikan? Apakah hanya untuk gaji?
Apakah hanya untuk memenuhi kebutuhan?
Ataukah kita niatkan semua ini sebagai ibadah kepada Allah?
Hadirin jamaah Jum at yang dirahmati Allah,
Bekerja bukan sekadar rutinitas dunia. Bekerja adalah bagian dari fitrah manusia. Bahkan para Nabi pun bekerja. Nabi Dawud ‘alaihis salam bekerja dengan tangannya sendiri. Para sahabat berdagang.
Bahkan makhluk kecil seperti semut dan lebah pun tidak pernah berhenti bekerja.
Karena itu, Islam tidak pernah memisahkan antara ibadah dan kerja. Keduanya saling menguatkan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فَٱبْتَغُوا۟ عِندَ ٱللَّهِ ٱلرِّزْقَ وَٱعْبُدُوهُ وَٱشْكُرُوا۟ لَهُۥٓ ۖ إِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
“Maka carilah rezeki di sisi Allah, sembahlah Dia, dan bersyukurlah kepada-Nya. Hanya kepada-Nya kamu akan dikembalikan.”
(QS. Al-‘Ankabut ayat 17.)
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,
Para ulama menjelaskan bahwa dalam ayat ini, perintah mencari rezeki didahulukan sebelum perintah beribadah. Bukan berarti rezeki lebih utama dari ibadah, tetapi menunjukkan bahwa manusia membutuhkan kekuatan untuk beribadah, dan kekuatan itu datang dari rezeki yang halal.
Seseorang tidak akan bisa khusyuk beribadah jika perutnya lapar, jika pikirannya gelisah karena kebutuhan hidup belum terpenuhi.
Maka mencari rezeki halal adalah bagian dari jalan menuju ibadah yang sempurna.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, yang artinya:
“Mencari rezeki yang halal adalah kewajiban setelah kewajiban.” (HR. At-Thabarani)
Dan dalam hadits yang lain:
مَا أَكَلَ أَحَد طَعَامًا خَيْرًا مِنْ أَنْ يَأْ كلَ مِنْ عَمَلِ يَدِهِ
“Tidaklah seseorang memakan makanan yang lebih baik daripada hasil usaha tangannya sendiri.”
(H.R. Bukhari).
Hadirin jamaah Jum at yang dirahmati Allah,
Dari sini kita memahami bahwa bekerja bukan sekadar urusan dunia. Bekerja bisa menjadi ibadah.
Bekerja bisa menjadi jalan menuju surga. Asalkan satu syaratnya:
Niat kita lurus karena Allah.
Jika kita bekerja untuk menafkahi keluarga dengan niat menjalankan perintah Allah, itu ibadah.
Jika kita bekerja untuk menjaga kehormatan diri agar tidak meminta-minta, itu ibadah.
Jika kita bekerja untuk memberi manfaat kepada orang lain, itu ibadah.
Namun sebaliknya, jika kerja hanya untuk dunia semata tanpa menghadirkan Allah dalam hati, maka ia hanya menjadi lelah yang kosong.
Hadirin jamaah Jumat yang dirahmati Allah, Mari kita luruskan niat kita hari ini.
Mari kita ubah cara pandang kita terhadap pekerjaan. Mulai hari ini, saat kita berangkat kerja, niatkan:
“Ya Allah, aku bekerja karena-Mu.” Saat kita lelah, ingat:
“Lelah ini bernilai ibadah.”
Saat kita mendapatkan rezeki, ucapkan:
“Ini dari Allah, dan akan kembali kepada Allah.”
Semoga dengan niat yang benar, setiap langkah kita menjadi amal shalih, setiap keringat menjadi pahala, dan setiap usaha menjadi jalan keberkahan hidup kita.
بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْمِ.
Khutbah kedua
اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى
وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا
أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ
Hadirin jamaah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita tutup khutbah ini dengan memperbanyak doa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Semoga Allah memberikan kita rezeki yang halal dan berkah. Semoga Allah menjadikan pekerjaan kita sebagai ibadah.
Dan semoga Allah menjaga hati kita agar selalu ikhlas dalam setiap usaha.
Aamiin
وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ
أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ:
إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ
اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى
عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ