Kepala KUA Jetis Hadiri Zhong Qiu Jie, Perkuat Kerukunan dan Moderasi Beragama

Yogyakarta — Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Jetis, Muhammad Fauzan Fatkhulloh, S.H.I., menghadiri perayaan Zhong Qiu Jie atau Festival kue bulan umtuk memperingati Pertengahan Musim Gugur di Kelenteng Tjen Ling Kiong, Poncowinatan, Cokrodiningratan, Jetis, Kota Yogyakarta, Jumat (25/9/2025).
Kehadiran Muhammad Fauzan Fatkhulloh dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk partisipasi sekaligus representasi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY dalam memperkuat semangat kerukunan dan moderasi beragama di tengah keberagaman masyarakat Yogyakarta.
Perayaan Zhong Qiu Jie berlangsung meriah dan dihadiri berbagai unsur masyarakat serta jajaran pemerintah dan aparat keamanan. Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Gubernur DIY melalui Dinas Pariwisata Provinsi DIY, Wali Kota Yogyakarta Dr. dr. H. Hasto Wardoyo, Sp
OG., Polresta Yogyakarta, Dandim Yogyakarta, Pembimas Buddha Kanwil Kemenag DIY Pandu Dinata, S.Kom,M.Pd., Forkompimtren Jetis, serta warga dan masyarakat sekitar.
Beragam rangkaian seni dan budaya turut memeriahkan kegiatan. Acara diisi dengan naga tradisional dan ritual, tarian Chinese, pertunjukan naga barongsai, musik sape dari Kalimantan, serta barongsai tonggak. Perpaduan berbagai kesenian tersebut menjadikan perayaan Zhong Qiu Jie tidak hanya sebagai kegiatan budaya, tetapi juga menjadi ruang perjumpaan masyarakat dalam suasana kebersamaan.
Muhammad Fauzan Fatkhulloh menyampaikan bahwa keberagaman agama, budaya, dan tradisi merupakan bagian dari kekayaan masyarakat Yogyakarta yang perlu dirawat bersama.
Menurutnya, kehadiran berbagai unsur masyarakat dalam perayaan tersebut menunjukkan pentingnya membangun ruang dialog dan interaksi antarelemen masyarakat. Kerukunan tidak hanya dibangun melalui pemahaman, tetapi juga melalui perjumpaan dan kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Moderasi beragama mengajarkan kita untuk saling menghormati, menghargai perbedaan, dan membangun kehidupan yang harmonis. Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang baik untuk memperkuat persaudaraan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, KUA sebagai bagian dari Kementerian Agama memiliki peran strategis dalam ikut merawat kerukunan di tingkat masyarakat. Karena itu, sinergi dengan tokoh agama, tokoh masyarakat, pemerintah, aparat keamanan, serta seluruh elemen warga menjadi penting dalam menciptakan suasana kehidupan yang damai dan harmonis.
Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana meriah, penuh keakraban, dan menjadi momentum untuk terus meneguhkan komitmen bersama dalam merawat kerukunan, memperkuat moderasi beragama, serta menjaga harmoni kehidupan masyarakat di Kota Yogyakarta.



