Berita

Pembinaan Rutin MT An Nur, Penyuluh KUA Gedongtengen Ajak Jamaah Menyiapkan Bekal Kehidupan Berikutnya

Yogyakarta, 25 September 2026 — Majelis Taklim (MT) An Nur RW 10 Gandekan kembali menggelar kegiatan pembinaan rutin pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan tersebut diisi oleh Penyuluh Agama Islam KUA Gedongtengen, Asrofi, dengan mengajak jamaah untuk senantiasa mempersiapkan bekal terbaik bagi kehidupan yang akan datang.

Dalam pembinaannya, Asrofi mengingatkan jamaah bahwa kehidupan dunia merupakan tempat untuk beramal dan mempersiapkan diri menuju kehidupan akhirat. Karena itu, setiap kesempatan yang dimiliki hendaknya dimanfaatkan untuk memperbanyak amal kebaikan, memperbaiki ibadah, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

“Jangan sampai kita sibuk menyiapkan bekal untuk perjalanan di dunia, tetapi lupa menyiapkan bekal untuk perjalanan yang jauh lebih panjang, yaitu kehidupan setelah kematian,” pesan Asrofi di hadapan jamaah.

Menurutnya, bekal menuju kehidupan akhirat tidak hanya berupa ibadah ritual, tetapi juga akhlak yang baik, kejujuran, menjaga hubungan dengan keluarga dan tetangga, membantu orang lain, serta meninggalkan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Asrofi juga mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri secara rutin. Setiap hari hendaknya menjadi kesempatan untuk memperbaiki kekurangan dan menambah amal kebaikan. Usia yang terus berkurang semestinya menjadi pengingat agar waktu yang tersisa digunakan dengan sebaik-baiknya.

“Yang kita bawa nanti bukan harta, jabatan, maupun popularitas, tetapi amal yang kita kerjakan dengan ikhlas. Maka mari kita siapkan bekal sejak sekarang, sebelum kesempatan itu berakhir,” ungkapnya.

Kegiatan pembinaan rutin MT An Nur RW 10 Gandekan berlangsung dalam suasana penuh kekeluargaan. Jamaah mengikuti materi dengan antusias dan diharapkan dapat menerapkan pesan-pesan pembinaan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pembinaan rutin tersebut, KUA Gedongtengen terus berupaya menghadirkan pendampingan keagamaan di tengah masyarakat, sekaligus mendorong tumbuhnya keluarga dan lingkungan yang religius, harmonis, serta memiliki kepedulian sosial.

Leave a Reply