Berita

Kemenag Kota Yogyakarta Dampingi FKUB Studi Komparatif Kerukunan Umat Beragama di Karimunjawa

Karimunjawa (Humas) –Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., mendampingi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Yogyakarta melaksanakan studi komparatif tentang implementasi kerukunan umat beragama di Kecamatan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang mengambil lokus kunjungan di Kantor Urusan Agama (KUA) Karimunjawa, Kabupaten Jepara, ini menjadi bagian dari upaya memperkaya wawasan dan pengalaman dalam penguatan kerukunan umat beragama. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat menggali praktik baik dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di tengah keberagaman.

Rombongan studi komparatif turut diikuti Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Yogyakarta, Nindyo Dewanto, S.IP., Ketua dan pengurus FKUB Kota Yogyakarta sebanyak 15 orang, serta Pranata Kerukunan Umat Beragama Kankemenag Kota Yogyakarta sekaligus Sekretaris FKUB Kota Yogyakarta, Zahara Emilya Girsang, S.Ag.

Tim studi komparatif diterima oleh Penghulu KUA Karimunjawa Ahmad Nur Anfa, S. Ag. bersama penyuluh dan pegawai KUA. Pertemuan berlangsung dalam suasana dialogis dengan pembahasan seputar pengalaman, strategi, serta berbagai upaya yang dilakukan dalam membangun dan memelihara kerukunan umat beragama di wilayah Karimunjawa.

Kepala Kankemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menyampaikan bahwa studi komparatif menjadi momentum penting untuk belajar dari praktik baik yang telah diterapkan di daerah lain.

“Kerukunan tidak hadir dengan sendirinya, tetapi perlu dirawat melalui komunikasi, dialog, dan kerja sama seluruh elemen masyarakat. Melalui studi komparatif ini, kita dapat saling belajar dan mengembangkan praktik baik yang relevan untuk diterapkan di Kota Yogyakarta,” ujarnya.

Menurutnya, keberagaman masyarakat merupakan kekayaan yang harus dijaga bersama. Karena itu, sinergi antara pemerintah, tokoh agama, FKUB, serta seluruh elemen masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan kehidupan sosial yang aman, damai, dan harmonis.

Ahmad Shidqi berharap hasil studi komparatif dapat memberikan kontribusi bagi penguatan program kerukunan umat beragama di Kota Yogyakarta. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu mempererat jejaring dan kerja sama antarpemangku kepentingan dalam menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat.

Sementara itu, Zahara Emilya Girsang turut mengikuti rangkaian kegiatan sebagai bagian dari tim studi komparatif. Kehadirannya diharapkan dapat memperkuat sinergi antara Kankemenag Kota Yogyakarta dan FKUB dalam mengembangkan program serta strategi penguatan kerukunan umat beragama.

Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh wawasan mengenai praktik kerukunan di Karimunjawa, tetapi juga memiliki ruang untuk bertukar pengalaman dan gagasan yang dapat menjadi inspirasi dalam penguatan kerukunan di Kota Yogyakarta.

Studi komparatif tersebut menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk terus merawat toleransi, memperkuat dialog lintas agama, dan membangun kehidupan masyarakat yang rukun, inklusif, serta berkelanjutan.[Ara]

Leave a Reply