Kemenag Jeneponto Berguru ke Kemenag Kota Yogyakarta, Perkuat Komitmen Menuju WBK-WBBM

Yogyakarta (Humas) — Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jeneponto melakukan kunjungan kerja dan studi tiru ke Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Senin (14/9/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
Kepala Kantor Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, menyambut apresiasi dan kepercayaan Kemenag Jeneponto yang menjadikan Kemenag Kota Yogyakarta sebagai tempat belajar bersama mengenai praktik baik pembangunan ZI.
“Selamat datang dan terima kasih atas kepercayaannya. Kita bisa belajar bersama tentang praktik baik WBK dan WBBM,” ungkapnya.

Menurut Shidqi, pembangunan ZI bukanlah proses yang memiliki batas akhir. Perubahan harus terus dilakukan mengikuti kebutuhan dan ekspektasi masyarakat. Sejak awal pembangunan ZI, Kemenag Kota Yogyakarta membangun kesamaan visi dan misi untuk menghadirkan pelayanan yang semakin baik.
“Pembangunan ZI tidak ada batasnya kapan berakhir. Kita ingin terus meningkat sesuai kebutuhan dan ekspektasi masyarakat. Ini membutuhkan tekad kuat dan komitmen bersama,” tegasnya.

Ia menjelaskan, transformasi dilakukan secara bertahap, termasuk membenahi sistem yang belum sesuai dengan regulasi. Predikat bersih dimaknai sebagai komitmen untuk bebas dari gratifikasi, sedangkan melayani berarti menghadirkan layanan yang benar-benar sesuai dengan harapan masyarakat.
Setelah meraih predikat WBK dan WBBM, lanjut Shidqi, Kemenag Kota Yogyakarta tidak berhenti berbenah. Inovasi dan evaluasi terus dilakukan agar kualitas pelayanan dapat dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya, pembangunan ZI tidak selalu membutuhkan anggaran khusus, tetapi lebih membutuhkan kreativitas, keberanian mengubah sistem, serta komitmen seluruh jajaran.
“Kita bekerja sesuai anggaran yang ada, tetapi sistem yang belum pas kita ubah agar menjadi lebih baik. Setiap tahun kita dievaluasi. Jangan sampai apa yang sudah dibangun ini runtuh. Karena itu, kita harus saling mengingatkan,” ujarnya.
Ahmad Shidqi juga menekankan bahwa pembangunan ZI merupakan tanggung jawab moral seluruh ASN. Apa yang diterima sebagai amanah harus diwujudkan dalam bentuk pelayanan terbaik kepada masyarakat sehingga ekosistem pelayanan yang bersih dan melayani dapat berjalan bersama.
Sementara itu, Kepala Kemenag Kabupaten Jeneponto, Muhammad Ahmad Jailani, menyampaikan terima kasih atas kesempatan untuk belajar dan bersilaturahmi dengan jajaran Kemenag Kota Yogyakarta. Ia berharap kunjungan tersebut memberikan manfaat nyata bagi penguatan pembangunan ZI di Jeneponto.
“Kami datang untuk berguru dan berharap dapat mengikuti jejak serta prestasi Kemenag Kota Yogyakarta, khususnya dalam meraih dan mempertahankan WBK dan WBBM,” tuturnya.
Jailani mengungkapkan, rombongan Kemenag Jeneponto terdiri atas Kasubbag Tata Usaha, para kepala seksi, kepala KUA kecamatan, Ketua Ikatan Penyuluh Agama, analis kepegawaian, serta tim Zona Integritas. Mereka diharapkan dapat menggali informasi dan praktik baik sebanyak-banyaknya untuk kemudian diterapkan sesuai kebutuhan di Kemenag Jeneponto.

“Terima kasih atas penghargaan dan doa dari Kemenag Kota Yogyakarta. Semoga ikhtiar ini membawa kami menuju WBK dan WBBM, khususnya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya (Nis)



