Apel Senin, Kemenag Kota Yogyakarta Dorong Penguatan Program Kota Wakaf

Yogyakarta (Humas) — Aparatur Sipil Negara (ASN) bawah atap bersama seluruh Kepala KUA se-Kota Yogyakarta mengikuti apel pagi, Senin (14/9/2026), di halaman Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Apel dipimpin Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Ali Shofa.
Dalam amanatnya, Ali Shofa mengajak seluruh jajaran untuk memberikan dukungan dan doa bagi kafilah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), khususnya Kota Yogyakarta, yang mengikuti Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Nasional yang mulai berlangsung di Semarang.

“Mohon doanya untuk kafilah DIY, khususnya dari Kota Yogyakarta, semoga mendapatkan hasil yang terbaik,” ujarnya.
Selain itu, Ali Shofa menyampaikan perkembangan program Kota Wakaf Kota Yogyakarta. Kementerian Agama Kota Yogyakarta dijadwalkan menerima Surat Keputusan (SK) resmi penetapan Kota Yogyakarta sebagai Kota Wakaf. Dalam proses penilaian tersebut, Kota Yogyakarta berada pada urutan pertama dan diharapkan dapat memperoleh hasil terbaik.

Ia menjelaskan, program Kota Wakaf diarahkan pada penguatan dan pemberdayaan perwakafan, antara lain melalui pemberdayaan tanah wakaf, percepatan sertifikasi tanah wakaf, serta pengembangan wakaf uang.
Untuk percepatan sertifikasi, Ali Shofa mendorong sinergi antara Penyelenggara Zakat dan Wakaf dengan Kepala KUA serta PIC terkait. Setiap tahapan, mulai dari ikrar wakaf, proses pada nazhir, hingga pengurusan sertifikat di Badan Pertanahan Nasional (BPN), perlu dipantau secara berkelanjutan.
“Mohon Kepala KUA dan PIC dapat memantau proses sertifikasi, sehingga dapat diketahui sudah sampai pada tahapan mana,” jelasnya.
Sementara dalam pengembangan wakaf uang, Badan Wakaf Indonesia (BWI) telah menjadi mitra nazhir wakaf uang. BWI kabupaten/kota akan berperan sebagai nazhir dan membuka rekening yang selanjutnya menjadi bagian dari pengelolaan wakaf uang.
Ali Shofa juga menyampaikan perkembangan penghimpunan wakaf uang di Kota Yogyakarta. Berdasarkan rapat melalui Zoom pada Jumat sebelumnya, telah terkumpul sekitar Rp1,7 juta wakaf uang. Capaian tersebut diharapkan terus meningkat melalui kolaborasi dan partisipasi masyarakat.
“Harapannya, ke depan penghimpunan wakaf uang di Kota Yogyakarta dapat terus meningkat,” pungkasnya.(Nis)



