Kasi Penmad Kemenag Kota Yogyakarta Dukung Penguatan Madrasah Inklusi DIY

Yogyakarta (Penmad) – Penguatan pendidikan inklusif menjadi bagian penting dalam mewujudkan layanan pendidikan madrasah yang adil, ramah, dan responsif terhadap keberagaman kebutuhan peserta didik. Komitmen tersebut mengemuka dalam pengukuhan Pengurus Wilayah Forum Pendidikan Madrasah Inklusi (FPMI) Daerah Istimewa Yogyakarta masa khidmah 2026–2031 yang dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Musyadad, Rabu (14/10/2026).
Kehadiran Kasi Pendidikan Madrasah menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan ekosistem pendidikan inklusif di madrasah. Peran tersebut penting untuk mendorong satuan pendidikan tidak hanya menyediakan akses belajar bagi seluruh anak, termasuk peserta didik berkebutuhan khusus, tetapi juga memastikan tersedianya lingkungan belajar yang mendukung perkembangan potensi setiap peserta didik.
FPMI diharapkan menjadi ruang koordinasi dan kolaborasi bagi pengelola madrasah, pendidik, serta pemangku kepentingan dalam mengembangkan layanan pendidikan inklusif. Melalui kepengurusan baru, forum ini diharapkan mampu mendorong peningkatan kompetensi guru, penguatan kelembagaan, serta penerapan pembelajaran yang adaptif sesuai kebutuhan peserta didik.

Bagi Kemenag Kota Yogyakarta, penguatan madrasah inklusi perlu didukung melalui sinergi berkelanjutan antara Kementerian Agama, madrasah, orang tua, dan mitra terkait. Dengan demikian, pendidikan inklusif tidak berhenti pada penerimaan peserta didik yang beragam, tetapi diwujudkan dalam praktik pembelajaran yang menghargai perbedaan, mencegah diskriminasi, dan memberikan kesempatan yang setara untuk berkembang dan berprestasi.
Melalui kolaborasi tersebut, Kemenag Kota Yogyakarta mendukung terwujudnya madrasah yang semakin inklusif, ramah, dan berkeadilan, sehingga setiap peserta didik memperoleh layanan pendidikan yang bermutu sesuai potensi dan kebutuhannya.(Lis)



