Kakan Kemenag Kota Yogyakarta: Kontingen OMI Siap Bawa Nama Kota Pendidikan

Yogyakarta (Humas) – Kontingen Kementerian Agama (Kemenag) Kota Yogyakarta menyatakan kesiapan menghadapi Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang akan digelar Oktober mendatang. Sebanyak 33 siswa terbaik hasil seleksi tingkat Kota Yogyakarta dipastikan siap berkompetisi dan membawa nama Kota Yogyakarta di ajang tingkat provinsi.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, saat memberikan pembekalan kepada kontingen OMI menegaskan bahwa para peserta tidak lagi membawa nama sekolah atau madrasah masing-masing, melainkan menjadi duta Kota Yogyakarta.
“Kalian semua adalah duta dari Kota Yogyakarta. Kami semua menaruh harapan besar agar kalian mendapatkan prestasi terbaik di ajang OMI tingkat provinsi,” tegasnya.
Menurut Ahmad Shidqi, status sebagai duta Kota Yogyakarta harus menjadi motivasi sekaligus tanggung jawab bagi seluruh peserta. Terlebih, Yogyakarta dikenal sebagai kota pendidikan sehingga prestasi para peserta diharapkan dapat menjadi cerminan semangat pendidikan dan kualitas generasi mudanya.

“Kalian tidak lagi mewakili sekolah atau madrasah, tetapi mewakili Kota Yogyakarta. Yogyakarta adalah kota pendidikan, sehingga sudah seharusnya kita membuktikan bahwa kita mampu memberikan yang terbaik,” ujarnya.
Namun demikian, Ahmad Shidqi mengingatkan bahwa keberhasilan dalam kompetisi tidak semata-mata diukur dari perolehan juara. Menurutnya, proses persiapan, kesungguhan berlatih, serta karakter yang dibangun selama mengikuti kompetisi merupakan bagian penting dari keberhasilan peserta.
Ia mendorong para siswa untuk terus berlatih bersama pembimbing dan mempersiapkan diri secara sungguh-sungguh menghadapi materi maupun soal-soal kompetisi.
“Yang paling penting adalah prosesnya. Juara adalah bonus. Kesungguhan kalian dalam mengikuti proses persiapan menunjukkan komitmen untuk memberikan yang terbaik. Jika prosesnya serius, insyaallah hasilnya juga akan mengikuti,” tuturnya.
Selain kesiapan akademik, Ahmad Shidqi menekankan pentingnya sportivitas, integritas, dan kejujuran selama mengikuti seluruh tahapan OMI. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, tidak hanya diperlukan dalam kompetisi, tetapi juga menjadi karakter dan bekal kehidupan para peserta di masa depan.
“Percuma pintar tetapi tidak jujur. Percuma juara tetapi didapat dari kecurangan. Kejujuran akan menjadi karakter dan bekal utama kalian. Dengan kejujuran, kalian mencerminkan nilai-nilai akhlak yang pada akhirnya akan membawa kebaikan bagi bangsa dan negara,” pesannya.
Ia juga mengingatkan peserta untuk menjaga kondisi fisik menjelang kompetisi. Kecukupan gizi, istirahat, dan kesehatan perlu menjadi perhatian agar peserta dapat mengikuti kompetisi dengan kondisi prima.
“Jaga kesehatan. Asupan gizi dan istirahat harus seimbang sehingga dalam ajang ini kalian selalu dalam kondisi sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pendidikan Madrasah Kemenag Kota Yogyakarta, Ahmad Musyadad, menyampaikan bahwa 33 peserta yang akan diberangkatkan merupakan siswa yang telah melalui proses seleksi tingkat Kota Yogyakarta. Mereka merupakan juara 1, 2, dan 3 dari 11 cabang lomba, yang disaring dari total 217 peserta pada kompetisi tingkat kota.
“Para siswa yang hadir ini adalah siswa yang terpilih dari 217 peserta OMI tingkat Kota Yogyakarta. Sebanyak 33 siswa inilah yang akan mengikuti OMI tingkat provinsi dan diharapkan dapat melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional,” jelasnya.
Musyadad menambahkan, OMI tingkat Provinsi DIY akan dilaksanakan di MAN 1 Yogyakarta. Tahapan uji coba dijadwalkan pada 1 dan 2 Oktober, sedangkan pelaksanaan kompetisi berlangsung pada 5 dan 6 Oktober. Ia meminta peserta dan pendamping mencermati jadwal yang tercantum pada kartu ujian masing-masing karena waktu pelaksanaan peserta dapat berbeda.
“Kami meminta anak-anak sudah berada di lokasi 30 menit sebelum kompetisi dimulai. Para pendamping juga kami harapkan dapat mendampingi dan memastikan kesiapan peserta,” ujarnya.
Musyadad berharap keikutsertaan kontingen Kota Yogyakarta tidak berhenti pada partisipasi, tetapi mampu memberikan warna dalam kompetisi OMI tingkat DIY dan mengantarkan peserta menuju jenjang nasional.
“Besar harapan kami kontingen dari Yogyakarta dapat mewarnai OMI tingkat DIY, meraih prestasi terbaik, dan selanjutnya dapat maju ke tingkat nasional,” ungkapnya.

Menutup pembekalan, Ahmad Shidqi mengajak seluruh peserta memadukan ikhtiar, latihan, kesehatan, dan doa. Ia berharap perjuangan para siswa dapat menghasilkan prestasi yang membanggakan keluarga, guru, madrasah, sekaligus Kota Yogyakarta.
“Doa adalah harapan dan permintaan kita. Panjatkan doa agar diberikan jalan dan hasil terbaik. Selamat berjuang. Kami mendoakan kalian mendapatkan prestasi terbaik dan dapat mewakili kontingen Yogyakarta ke tingkat nasional,” pungkasnya. (Nis)



