Berita

Kakan Kemenag Kota Yogya Turun Tangan Bersihkan Kota, Wujud Nyata Ekoteologi di HUT ke-79 Pemkot Yogyakarta

Yogyakarta (Humas) — Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, Ahmad Shidqi, turut ambil bagian dalam peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta yang dirangkaikan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia Tahun 2026. Jum’at (12/6) Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Jalan Malioboro sejak pagi hari itu dipimpin langsung oleh Wali Kota Yogyakarta dan diikuti unsur pemerintah, instansi vertikal, TNI-Polri, komunitas, serta masyarakat. Usai mengikuti rangkaian peringatan, peserta melanjutkan aksi kerja bakti massal membersihkan lingkungan kota sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.

Kehadiran Ahmad Shidqi dalam kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam mendukung gerakan pelestarian lingkungan yang saat ini menjadi salah satu program prioritas Kementerian Agama melalui penguatan Ekoteologi. Program yang digagas Menteri Agama RI tersebut menempatkan nilai-nilai agama sebagai landasan dalam membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab bersama untuk merawat bumi sebagai amanah Tuhan.

Menurut Shidqi, menjaga kebersihan lingkungan bukan sekadar urusan fisik, melainkan bagian dari implementasi ajaran agama yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

“Merawat lingkungan adalah bagian dari ibadah. Ketika kita menjaga kebersihan kota, mengurangi sampah, dan menciptakan lingkungan yang sehat, sesungguhnya kita sedang menjalankan nilai-nilai agama dalam kehidupan nyata. Inilah semangat ekoteologi yang terus didorong Kementerian Agama,” ujarnya di sela kegiatan.

Ia menambahkan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang bertepatan dengan rangkaian HUT Pemerintah Kota Yogyakarta menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun budaya peduli lingkungan.

“Persoalan lingkungan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan gotong royong, kesadaran kolektif, dan keteladanan bersama. Karena itu Kementerian Agama siap bersinergi dengan Pemerintah Kota Yogyakarta untuk menanamkan nilai-nilai kepedulian lingkungan melalui pendekatan keagamaan,” tegasnya.

Dalam aksi kerja bakti yang digelar di berbagai titik kota, Shidqi tampak berbaur bersama peserta lainnya memungut sampah dan membersihkan area publik. Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi pesan bahwa menjaga lingkungan harus dimulai dari tindakan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

Nilai tersebut selaras dengan ajaran Islam yang menempatkan kebersihan sebagai bagian penting dari keimanan. Ungkapan yang sangat dikenal di tengah masyarakat, “An-nadhafatu minal iman” atau kebersihan adalah sebagian dari iman, menjadi spirit yang terus relevan dalam menjawab tantangan lingkungan dewasa ini. Kebersihan tidak hanya mencerminkan kualitas individu, tetapi juga menjadi cermin peradaban masyarakat yang sehat, tertib, dan berkelanjutan.

Peringatan HUT ke-79 Pemerintah Kota Yogyakarta tahun ini mengusung semangat membangun kota yang Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI). Semangat tersebut diwujudkan melalui berbagai kegiatan sosial, pelayanan publik, gerakan lingkungan, hingga kerja bakti massal yang melibatkan berbagai unsur masyarakat.

Bagi Kementerian Agama Kota Yogyakarta, momentum ini menjadi pengingat bahwa pembangunan kota tidak hanya bertumpu pada infrastruktur, tetapi juga pada pembangunan karakter masyarakat yang peduli terhadap sesama dan lingkungan. Melalui penguatan program Ekoteologi, Kemenag Kota Yogyakarta terus mendorong rumah ibadah, lembaga pendidikan keagamaan, serta komunitas lintas agama untuk menjadi pelopor gerakan menjaga bumi.

Dengan semangat kolaborasi dan gotong royong, Ahmad Shidqi berharap Yogyakarta tidak hanya dikenal sebagai kota pendidikan dan budaya, tetapi juga sebagai kota yang berhasil membangun kesadaran ekologis masyarakatnya. Sebab, merawat lingkungan sejatinya adalah merawat kehidupan, menjaga ciptaan Tuhan, sekaligus mewariskan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.(Nis)