Hijrah Dimulai Hari Ini, KUA Wirobrajan Ajak Jamaah Berbenah Diri

Yogyakarta (Humas) – KUA Wirobrajan terus menghadirkan pelayanan keagamaan yang menyentuh langsung masyarakat melalui program Cahaya Mimbar. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Masjid Kalimasada, Patangpuluhan, Wirobrajan, pada Rabu (10/6/2026), dengan menghadirkan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Agus Saiful Bahri, sebagai pemateri.
Dalam tausiyahnya, Agus Saiful Bahri mengajak jamaah untuk menyambut Tahun Baru Hijriah dengan semangat hijrah, yakni melakukan perubahan menuju pribadi yang lebih baik. Menurutnya, pergantian tahun dalam kalender Islam bukan sekadar momentum seremonial, melainkan kesempatan untuk melakukan evaluasi diri dan memperbaiki kualitas keimanan serta amal ibadah.
Mengacu pada firman Allah dalam QS. Al-Hasyr ayat 18, ia mengingatkan pentingnya muhasabah atau introspeksi diri. “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok,” kutipnya saat menyampaikan materi.
Ia menegaskan bahwa semangat hijrah harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui peningkatan ibadah, memperbaiki hubungan dengan sesama, serta memperbanyak amal saleh sebagai bekal kehidupan di masa mendatang.
Program Cahaya Mimbar merupakan salah satu inovasi layanan KUA Wirobrajan dalam memperkuat fungsi bimbingan dan penyuluhan keagamaan di tengah masyarakat. Melalui pendekatan yang edukatif dan langsung menyentuh jamaah di masjid-masjid, KUA berupaya menghadirkan nilai-nilai keagamaan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Wirobrajan menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KUA dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada urusan administrasi keagamaan, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan ketahanan moral masyarakat.
Melalui program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan berharap semangat hijrah dapat menjadi energi positif bagi masyarakat untuk terus berbenah diri, memperkuat ketakwaan, serta menebarkan manfaat di lingkungan sekitar.
“Hijrah bukan tentang berpindah tempat, tetapi berpindah menuju kehidupan yang lebih baik. Hijrah dimulai hari ini, dimulai dari diri sendiri,” pungkas Agus Saiful Bahri.[ekoAW]



