Berita

Jangan Hanya Besarkan Anak, Didik Akhlaknya! KUA Wirobrajan Gaungkan Peran Orang Tua Cetak Generasi Masa Depan

Semangat Sumpah Pemuda tidak cukup hanya dikenang melalui sejarah, tetapi harus diwujudkan melalui komitmen bersama dalam menyiapkan generasi penerus bangsa. Salah satunya dimulai dari keluarga, melalui peran orang tua dalam mendidik anak agar tumbuh menjadi pribadi berakhlak, berilmu, dan memiliki kepedulian sosial.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam KUA Wirobrajan, Eko Agus Wibowo, dalam program Cahaya Mimbar di Masjid Ikhwatun Hasanah, Pakuncen, Senin (2/11/2026). Mengangkat tema “Hak Anak yang Harus Dipenuhi Orang Tua”, kajian ini menjadi bagian dari ikhtiar KUA Wirobrajan menghadirkan edukasi keagamaan yang dekat dengan masyarakat dan berdampak bagi ketahanan keluarga.
Dalam penyampaiannya, Eko menegaskan bahwa tanggung jawab orang tua tidak sebatas memenuhi kebutuhan materi anak. Lebih dari itu, anak memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan agama, pembentukan akhlak dan adab, pengembangan kecerdasan, serta pembinaan fisik agar tumbuh menjadi pribadi yang utuh.
Eko juga mengutip hadis yang diriwayatkan Al-Hakim mengenai tanggung jawab orang tua terhadap anak, di antaranya memberikan nama yang baik, mendidik adab dan sopan santun, mengajarkan membaca dan menulis, membekali keterampilan fisik seperti berenang dan memanah, memberikan rezeki yang baik, serta menikahkan anak ketika telah siap.
Materi tersebut juga dikaitkan dengan berbagai peristiwa kehidupan yang menggugah keprihatinan dan membuat hati menangis, termasuk peristiwa di Madiun dan berbagai kejadian lainnya. Menurutnya, peristiwa-peristiwa tersebut menjadi pengingat pentingnya pendidikan keluarga, penguatan nilai agama, dan pembentukan karakter sejak dini agar anak memiliki bekal moral dalam menghadapi tantangan kehidupan.
Lebih lanjut, Eko menyampaikan bahwa semangat Sumpah Pemuda ke-98 harus menjadi inspirasi bagi setiap keluarga untuk melahirkan generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat secara rohani, cerdas secara intelektual, sehat jasmani, serta memiliki kepekaan dan kepedulian terhadap sesama.
Sejalan dengan tema Sumpah Pemuda tahun ini, “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”, keluarga memiliki peran strategis dalam menanamkan cinta tanah air, kegigihan menghadapi tantangan, dan empati dalam kehidupan bermasyarakat.
Melalui program Cahaya Mimbar, KUA Wirobrajan terus memperkuat semangat melayani dan edukasi keagamaan di tengah masyarakat. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi ilmu, membangun kesadaran keluarga, sekaligus mempererat kedekatan penyuluh agama dengan umat.
Sumpah Pemuda bukan sekadar mengenang perjuangan masa lalu, tetapi juga tentang menyiapkan masa depan bangsa. Dari keluarga yang mendidik dengan ilmu, iman, dan keteladanan, akan lahir generasi berakhlak, tangguh, berempati, dan siap memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.

Leave a Reply