IPARI Kota Yogyakarta Perkuat Integritas Penyuluh, Gaungkan Antikorupsi

Yogyakarta (Humas) – Integritas dan keteladanan menjadi fondasi penting bagi penyuluh agama dalam membangun budaya antikorupsi di masyarakat. Komitmen tersebut mengemuka dalam pembinaan penyuluh agama yang diselenggarakan Pimpinan Daerah Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI) Kota Yogyakarta di Aula Gedung DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (13/10/2026).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta, H. Ahmad Shidqi, S.Psi., M.Eng., menegaskan bahwa integritas harus diwujudkan melalui perilaku sehari-hari, kejujuran, tanggung jawab, dan konsistensi antara perkataan dan tindakan. Sebagai figur yang berinteraksi langsung dengan masyarakat, penyuluh agama dituntut tidak hanya menyampaikan pesan keagamaan, tetapi juga menghadirkan keteladanan dalam pengabdian dan pelayanan.

Mengusung tema “Penguatan Peran Penyuluh Agama dalam Membangun Budaya Integritas dan Mencegah Korupsi di Masyarakat”, kegiatan ini menghadirkan anggota DPD RI Daerah Istimewa Yogyakarta, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., sebagai pemateri.
Penguatan antikorupsi dilakukan melalui penanaman nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab sebagai bagian dari pembentukan karakter. Melalui pendekatan keagamaan, penyuluh diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk mengenali, mencegah, dan menolak perilaku koruptif dalam kehidupan sehari-hari.

Upaya ini juga selaras dengan peran Penyuluh Antikorupsi Sahabat Integritas Jogja Istimewa (PAK SIJI) DIY dalam memperluas edukasi antikorupsi melalui kolaborasi lintas profesi dan komunitas.
Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan dilanjutkan dengan deklarasi dan penandatanganan komitmen penguatan integritas serta pencegahan korupsi. Ketua Pimpinan Daerah IPARI Kota Yogyakarta, Eko Agus Wibowo, bersama jajaran IPARI turut mendukung penguatan peran penyuluh dalam menginternalisasikan nilai integritas melalui kegiatan penyuluhan.
Melalui pembinaan ini, IPARI Kota Yogyakarta diharapkan semakin memperkuat kontribusi penyuluh agama dalam membangun masyarakat yang menjunjung kejujuran, menolak korupsi, dan mendukung kehidupan yang bersih serta bertanggung jawab.(Nis)




