FKPAI Wirobrajan Matangkan BRUS untuk Perkuat Karakter Remaja

Yogyakarta (Kemenag Kota Yogyakarta)— Komitmen menghadirkan layanan kepenyuluhan keagamaan yang berdampak terus diperkuat Kantor Urusan Agama (KUA) Kemantren Wirobrajan melalui Forum Komunikasi Penyuluh Agama Islam (FKPAI). Dalam rangka mematangkan pelaksanaan program Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS), FKPAI Wirobrajan menggelar rapat koordinasi di Balai Nikah KUA Wirobrajan, Selasa (14/7/2026).
Rapat koordinasi tersebut menjadi langkah strategis untuk menyatukan persepsi, menyusun pembagian tugas, sekaligus memastikan seluruh tahapan pelaksanaan BRUS berjalan efektif, terarah, dan memberikan manfaat optimal bagi peserta. Selain membahas agenda rutin kepenyuluhan dan penguatan program kerja KUA, forum juga memfokuskan pembahasan teknis pelaksanaan BRUS yang akan digelar di SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta pada Rabu (15/7/2026), pukul 07.30–08.30 WIB.
Program BRUS merupakan implementasi kolaborasi antara KUA Wirobrajan dan SMP Muhammadiyah 3 Yogyakarta dalam upaya memperkuat pembinaan karakter peserta didik sejak dini. Kegiatan ini menyasar seluruh siswa kelas VII yang terbagi dalam delapan rombongan belajar dengan pendampingan para penyuluh agama dan fasilitator Kota Yogyakarta, yakni Suparman, Reza Bachtiar Ramadhan, Awaludin Kiraman, Eman Suherman, dan Agus Triharjo P.
Pada pelaksanaannya, para peserta akan memperoleh materi tentang pergaulan sehat dan pengelolaan diri. Materi tersebut dirancang untuk membekali remaja dengan pemahaman mengenai pentingnya membangun karakter yang kuat, memilih lingkungan pergaulan yang positif, meningkatkan kemampuan mengendalikan diri, serta mengembangkan sikap saling menghormati dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala KUA Wirobrajan, Raden Andhi Nugroho, S.H.I., M.H., menegaskan bahwa BRUS merupakan salah satu wujud nyata peran KUA dalam mendukung pembangunan karakter generasi muda melalui pendekatan edukatif dan kolaboratif.
“Program BRUS menjadi ikhtiar KUA untuk hadir lebih dekat dengan remaja melalui edukasi yang relevan dengan tantangan zaman. Kami ingin membekali para siswa agar mampu membangun pergaulan yang sehat, memiliki karakter yang kuat, serta terhindar dari berbagai perilaku negatif seperti perundungan maupun pergaulan bebas. Sinergi antara KUA, sekolah, dan penyuluh agama menjadi modal penting dalam mencetak generasi yang berakhlak mulia, cerdas, dan bertanggung jawab,” ujarnya.
Melalui rapat koordinasi ini, FKPAI Kemantren Wirobrajan semakin meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan layanan kepenyuluhan yang profesional, terencana, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi yang dibangun bersama lembaga pendidikan diharapkan mampu memperluas jangkauan pembinaan keagamaan sekaligus menjadi bagian dari ikhtiar Kementerian Agama dalam mewujudkan generasi muda yang berkarakter, moderat, dan siap menghadapi tantangan masa depan.(Eko)



