Pendampingan Warga Binaan, Upaya Meraih Hidup Mulia

Yogyakarta (KUA Danurejan) – Penyuluh Agama Islam Kementerian Agama Kota Yogyakarta kembali melaksanakan kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama Islam bagi warga binaan di Rumah Tahanan (Rutan) Yogyakarta, Selasa (14/7/2026). Kegiatan yang berlangsung di Masjid Rutan Yogyakarta ini diikuti sekitar 200 warga binaan muslim sebagai bagian dari pembinaan keagamaan yang dilaksanakan secara rutin setiap hari.
Kegiatan diawali dengan pembelajaran privat membaca Iqra’ dan Al-Qur’an yang dipandu para penyuluh agama. Pendampingan ini bertujuan meningkatkan kemampuan baca tulis Al-Qur’an sekaligus menumbuhkan semangat warga binaan dalam memperdalam ilmu agama selama menjalani masa pembinaan.
Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan siraman rohani yang disampaikan oleh Penyuluh Agama Islam, Jafar Arifin. Dalam tausiyahnya, ia mengajak para warga binaan untuk memahami hakikat kehidupan melalui nasihat Luqman al-Hakim tentang tiga komponen yang ada pada diri manusia.
“Sepertiga diri manusia adalah untuk Allah, yaitu ruhnya. Rasa senang maupun sedih yang dirasakan seseorang berkaitan dengan kondisi ruhnya. Karena itu, ruh harus selalu diberi nutrisi melalui ibadah, berdzikir, dan membaca Al-Qur’an,” jelas Jafar.
Ia juga menjelaskan bahwa sepertiga berikutnya adalah untuk diri sendiri, yakni amal perbuatan. Menurutnya, kemuliaan seseorang diukur dari amal yang dilakukan. Amal saleh akan terus memberikan manfaat dan pahala, bahkan setelah seseorang meninggal dunia. Sebaliknya, amal buruk akan membawa akibat yang tidak baik bagi pelakunya.
Adapun sepertiga terakhir, lanjut Jafar, adalah untuk cacing, sebagai pengingat bahwa jasad manusia pada akhirnya akan kembali ke tanah dan menjadi bagian dari siklus kehidupan di alam kubur. Oleh sebab itu, manusia hendaknya mempersiapkan bekal terbaik dengan menjaga kesehatan jasmani dan rohani melalui ibadah yang istiqamah serta memperbanyak amal saleh.
Melalui kegiatan bimbingan dan penyuluhan agama yang dilaksanakan secara berkesinambungan, Kementerian Agama Kota Yogyakarta terus berkomitmen menghadirkan layanan pembinaan keagamaan yang inklusif, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan. Diharapkan kegiatan ini mampu menjadi sarana pembinaan spiritual yang membangun kesadaran, memperkuat keimanan, serta memotivasi warga binaan untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke tengah masyarakat. (jfr)



