Filosofi Lapangan Hijau Warnai Khutbah Nikah

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) – Suasana khidmat dan penuh kehangatan menyelimuti Ndalem Suryowijayan, MJ I/340, Gedongkiwo, Mantrijeron, Yogyakarta, saat Muhammad Najmi Maulana dan Aurellia Rahaqia Putri resmi mengikat janji suci pernikahan pada Sabtu (18/7/2026).
Dalam prosesi akad nikah tersebut, Penghulu KUA Kemantren Mantrijeron, Mu’inan, S.H.I., M.S.I., menyampaikan khutbah nikah dengan pendekatan yang menarik melalui filosofi sepak bola. Ia mengibaratkan pernikahan bukan sebagai garis akhir perjalanan cinta, melainkan sebuah kick-off atau peluit pertama dimulainya pertandingan besar kehidupan.
“Hari ini bukanlah garis finish, tetapi peluit pertama dimulainya perjalanan rumah tangga. Kalian kini bukan lagi dua individu yang berjalan sendiri-sendiri, melainkan satu tim yang saling melengkapi,” ungkap Mu’inan di hadapan kedua mempelai.
Dalam pesannya, Mu’inan menjelaskan bahwa setiap pasangan memiliki peran penting layaknya pemain di lapangan hijau. Suami diibaratkan sebagai penyerang (striker) yang bertugas mencari nafkah dan memimpin keluarga, sedangkan istri sebagai penjaga gawang (goalkeeper) yang menjaga kehormatan, ketenteraman, dan keutuhan rumah tangga.
Ia menegaskan bahwa tidak ada peran yang lebih tinggi ataupun lebih rendah. Keduanya saling membutuhkan dan saling menguatkan sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Al-Baqarah ayat 187, bahwa suami dan istri adalah pakaian bagi satu sama lain.
Mu’inan juga mengingatkan bahwa keberhasilan maupun kegagalan dalam rumah tangga merupakan tanggung jawab bersama. Saat menghadapi ujian, pasangan suami istri hendaknya tidak saling menyalahkan, tetapi memperkuat kerja sama dengan semangat tolong-menolong dalam kebajikan sebagaimana tuntunan QS. Al-Ma’idah ayat 2.
“Ketika badai kehidupan datang, rapatkan barisan, saling menguatkan, dan susun kembali langkah dengan kepala dingin serta hati yang selalu bergantung kepada Allah SWT,” pesannya.
Mengakhiri khutbah nikah, Mu’inan mendoakan agar Muhammad Najmi Maulana dan Aurellia Rahaqia Putri senantiasa menjadi tim yang kompak dalam mengarungi kehidupan rumah tangga, dipenuhi keberkahan, kasih sayang, dan kelak meraih kebahagiaan hingga akhir hayat.
Prosesi akad nikah ditutup dengan doa bersama serta ucapan selamat dari keluarga dan para tamu undangan yang turut menyaksikan momen sakral tersebut. (m.uin.@n)


