Berita

Penmad Kemenag Kota Jogja Matangkan Finalis GTK Berprestasi

Yogyakarta (Penmad) — Komitmen Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia madrasah kembali ditunjukkan melalui pendampingan intensif bagi Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Berprestasi yang akan mewakili Kota Yogyakarta pada Grand Final Ajang GTK Berprestasi tingkat Daerah Istimewa Yogyakarta di Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY. Kegiatan ini menjadi bagian dari ikhtiar Kemenag Kota Yogyakarta dalam memastikan para finalis tampil optimal sekaligus membawa citra positif madrasah Kota Yogyakarta di tingkat provinsi.

Pendampingan difokuskan pada penguatan substansi materi, teknik penyampaian presentasi, kemampuan menjawab pertanyaan dewan juri, hingga penguatan kepercayaan diri peserta. Upaya tersebut dilakukan agar para finalis mampu menampilkan inovasi, praktik baik, serta capaian yang dimiliki secara sistematis, komunikatif, dan meyakinkan saat memasuki babak grand final.

Proses pendampingan menghadirkan tim pendamping yang berpengalaman, yakni Ratini, S.Ag., M.S.I., Evi Effrisanti, S.TP., Ma’ruf Yuniarno, S.Pd.I., M.A., serta Anik Lestari, M.Pd (Juara 1 tingkat Nasional Guru Inovatif tahun 2025 dari MTsN 1 Yk). Ketiganya memberikan masukan secara komprehensif mulai dari penyempurnaan alur presentasi, penguatan data pendukung, hingga strategi komunikasi yang efektif agar peserta mampu menyampaikan gagasan secara utuh sesuai indikator penilaian.

Pendampingan tersebut menjadi wujud nyata perhatian Seksi Pendidikan Madrasah Kementerian Agama Kota Yogyakarta dalam membangun ekosistem pembinaan yang berkelanjutan. Tidak hanya mempersiapkan peserta menghadapi kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang belajar bersama yang mendorong peningkatan kompetensi profesional guru dan tenaga kependidikan secara kolektif.

Ma’ruf Yuniarno menegaskan bahwa pendampingan GTK Berprestasi dirancang bukan sekadar untuk menghadapi perlombaan, tetapi menjadi sarana membangun budaya kolaborasi dan budaya berprestasi di lingkungan madrasah.

“Pendampingan GTK Berprestasi sebaya merupakan upaya membentuk budaya kolaborasi dan budaya berprestasi. Budaya kolaborasi berarti proses pendampingan tidak hanya berjalan satu arah dari pengawas madrasah, tetapi juga memberikan ruang diskusi antarpeserta untuk saling belajar, saling memberi masukan, dan saling menguatkan. Sementara budaya berprestasi dimaksudkan untuk membiasakan guru dan tenaga kependidikan siap berkompetisi pada berbagai jenjang maupun bidang yang beragam. Budaya kolaborasi dan budaya berprestasi inilah yang menjadi kunci dalam mewujudkan madrasah unggul sebagaimana arah kebijakan Asta Protas Kementerian Agama,” ujarnya.

Menurutnya, model pendampingan berbasis kolaboratif akan melahirkan proses pembelajaran yang lebih efektif karena setiap peserta memperoleh pengalaman, perspektif, dan inspirasi dari sesama finalis. Dengan demikian, keberhasilan tidak hanya diukur dari capaian individu, tetapi juga dari tumbuhnya semangat saling mendukung untuk memajukan kualitas pendidikan madrasah.

Melalui pendampingan ini, Kementerian Agama Kota Yogyakarta berharap para finalis mampu memberikan penampilan terbaik pada Grand Final GTK Berprestasi tingkat DIY sekaligus mengharumkan nama Kota Yogyakarta. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi bagian dari strategi pembinaan berkelanjutan dalam mencetak guru dan tenaga kependidikan madrasah yang inovatif, adaptif, kompetitif, serta mampu menjadi agen perubahan bagi peningkatan mutu pendidikan madrasah menuju madrasah yang unggul, berdaya saing, dan selaras dengan arah transformasi pendidikan Kementerian Agama.(Lis)

Leave a Reply