Estafet Berganti, Semangat Mengabdi Tak Berhenti! Pokjaluh Kota Yogyakarta Perkuat Regenerasi dan Kolaborasi

Semangat regenerasi dan kolaborasi terus ditunjukkan Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama Kota Yogyakarta. Hal tersebut tampak dalam kegiatan Rapat Koordinasi (Rakordasi) Penyuluh Agama Islam yang digelar Selasa, 10 Agustus 2026, di Masjid Pangeran Diponegoro, Kompleks Balai Kota Yogyakarta.
Kegiatan dikemas dengan suasana penuh kebersamaan melalui serah terima estafet kepengurusan Pokjaluh Kota Yogyakarta periode 2023–2026 kepada kepengurusan periode 2026–2029. Kepengurusan baru dipimpin oleh Samsul Ma’arif.
Selain serah terima kepengurusan, kegiatan juga menjadi momentum pelepasan dan apresiasi bagi Penyuluh Agama Islam yang mendapatkan penugasan baru. Tiga penyuluh mendapat tugas di wilayah lain, yakni Suparman dan Yasin Muslih di Kulonprogo serta Arifin di Bantul.
Rakordasi dilanjutkan dengan berbagai agenda penguatan organisasi, antara lain informasi penerbitan buku Penyuluh Agama Islam, sosialisasi penelitian mahasiswa UII, serta pembahasan pembuatan Kartu Tanda Anggota (KTA) IPARI.
Eko Agus Wibowo menyampaikan bahwa regenerasi dalam sebuah kepengurusan merupakan bagian penting dari kemajuan organisasi. Menurutnya, estafet kepemimpinan harus dipersiapkan dengan baik agar semangat pengabdian dan kolaborasi terus berlanjut.
“Regenerasi dalam kepengurusan sangat penting sebagai bagian dari kemajuan organisasi. Estafet ini menunjukkan bahwa ada kader yang siap meneruskan perjuangan dan pengabdian pada periode 2026–2029,” ungkap Eko.
Ia berharap kepengurusan baru mampu menghadirkan inovasi, memperkuat kolaborasi, serta semakin meningkatkan peran Penyuluh Agama Islam dalam memberikan pelayanan yang berdampak bagi masyarakat.
Dengan semangat regenerasi, kolaborasi, dan pelayanan berdampak, Pokjaluh Kota Yogyakarta diharapkan semakin solid dalam mengawal tugas dan pengabdian Penyuluh Agama Islam di tengah dinamika kebutuhan masyarakat.[ekoAW]


