Berita

Suluh Hati KUA Mantrijeron Ajak Jamaah Merdeka dalam Berpikir dan Berdzikir

Yogyakarta (KUA Mantrijeron) — Selasa, 11 Agustus 2026. Dalam momentum Bulan Kemerdekaan Republik Indonesia, Penyuluh Agama Islam KUA Mantrijeron, Fatkur Rohman, M.Pd.I., melalui Program Suluh Hati menyampaikan kultum ba’da Salat Zuhur di Masjid Danunegaran, Yogyakarta.

Mengawali kultumnya, Fatkur menyampaikan refleksi tentang kondisi kehidupan masyarakat di tengah kemajuan pembangunan dan modernitas.

“Di balik gedung-gedung yang megah, di balik rumah-rumah yang megah, di balik lalu lalang kendaraan yang mewah, di balik masjid-masjid yang megah, ada hati dan pikiran mereka yang gelisah,” ungkapnya.

Menurutnya, kemerdekaan hendaknya tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan secara lahiriah, tetapi juga kemerdekaan dalam mengelola pikiran dan menenangkan hati. Karena itu, masyarakat perlu merdeka dalam berpikir dan merdeka dalam berdzikir.

“Merdeka dalam berpikir berarti mampu menggunakan akal secara bijak, tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan, serta mampu mengambil keputusan yang menghadirkan kemaslahatan. Sementara merdeka dalam berdzikir berarti membebaskan hati dari kegelisahan dengan senantiasa mengingat Allah,” jelasnya.

Fatkur kemudian mengutip firman Allah SWT dalam QS. Ar-Ra’d ayat 28:

«أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ»

«“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.”»

Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ketenangan hati tidak semata-mata diperoleh dari kemewahan materi maupun kemajuan kehidupan duniawi. Ketenangan sejati tumbuh ketika hati senantiasa terhubung dengan Allah SWT.

Ia juga mengajak jamaah untuk membiasakan berdzikir dalam berbagai keadaan, sebagaimana tuntunan Al-Qur’an, baik ketika berdiri, duduk maupun berbaring. Dengan dzikir, hati diharapkan semakin kuat menghadapi berbagai persoalan kehidupan dan tidak mudah larut dalam kegelisahan.

Dalam momentum HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Fatkur mengajak jamaah untuk memaknai kemerdekaan secara lebih mendalam. Kemerdekaan harus diisi dengan pikiran yang sehat, hati yang tenang, ibadah yang kuat, serta kepedulian terhadap sesama.

Sementara itu, Heru selaku Takmir Masjid Danunegaran menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas pelaksanaan Program Suluh Hati melalui kultum ba’da Zuhur di masjid tersebut.

“Terima kasih atas program kultum ba’da Zuhur ini. Semoga menambah manfaat bagi jamaah dan semakin mempererat hubungan antara Takmir Masjid Danunegaran dengan KUA Mantrijeron,” ujarnya.

Kegiatan Suluh Hati menjadi salah satu ikhtiar KUA Mantrijeron dalam menghadirkan layanan keagamaan yang dekat dengan masyarakat. Melalui penyampaian pesan-pesan keagamaan di masjid, para penyuluh diharapkan mampu memberikan pencerahan, penguatan spiritual, sekaligus membangun semangat kerukunan di tengah masyarakat.

Di akhir penyampaiannya, Fatkur berharap momentum kemerdekaan dapat menjadi ruang bagi setiap insan untuk terus melakukan introspeksi dan memperbaiki diri. Semoga masyarakat semakin merdeka dalam berpikir, merdeka dalam berdzikir, tenteram hatinya, kuat imannya, baik akhlaknya, serta mampu mengisi kemerdekaan dengan karya, pengabdian, dan kebaikan bagi Indonesia.(Azz)

Leave a Reply